Jembatan Gantung Cisarakan Cianjur Ambruk, 5.000 Warga Terisolasi, Ratusan Anak Tak Bisa Sekolah

Sebanyak 5.000 jiwa warga Desa Gelarpawitan terisolasi akibat ambruknya jembatan gantung Cisarakan.

Jembatan Gantung Cisarakan Cianjur Ambruk, 5.000 Warga Terisolasi, Ratusan Anak Tak Bisa Sekolah
istimewa
Seorang anak melihat jembatan gantung Cisarakan yang ambruk, Senin (3/12/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak lima ribu jiwa warga Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, terisolasi pascaambruknya jembatan gantung Cisarakan, Senin (3/12/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga terpaksa memutar 10 kilometer untuk beraktivitas keluar dari desa.

Putusnya jembatan gantung Cisarakan yang menghubungkan Desa Neglasari dan Desa Gelarpawitan ini terjadi saat hujan deras yang mengguyur kawasan selatan Cianjur. Hujan juga membuat banjir yang menggenangi jalan nasional.

Tak ada korban jiwa dalam bencana yang menerjang Cianjur selatan pada Senin malam ini.

Jembatan gantung yang putus itu mempunyai panjang 115 meter dan lebar 1,5 meter.

Warga yang setiap harinya melintasi jembatan gantung Cisarakan banyak yang mengeluh karena tidak ada akses jalan lain selain melintasi jembatan gantung.

Jembatan gantung Cisarakan ambruk Senin (3/12/2018) malam setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.
Jembatan gantung Cisarakan ambruk Senin (3/12/2018) malam setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras. (istimewa)

Unsur TNI dan Polri dibantu pemerintah Desa Gelarpawitan berusaha mengangkat puing bagian jembatan gantung yang jatuh ke bawah sungai.

Namun karena hanya mengunakan alat sederhana, proses evakuasi tidak bisa dilanjutkan sebab terlalu berbahaya dan harus mengunakan peralatan lengkap.

Kepala Desa Gelarpawitan, Alih Sutisna ( 56 ), mengatakan, anak sekolah terpaksa libur akibat putusnya jembatan Cisarakan tersebut.

"Benar sekali jembatan gantung Cisarakan yang menghubungkan Desa Gelarpawitan dengan Desa Negalsari putus, tidak ada korban, tapi ada 5.000 jiwa warga desa kami yang terisolasi karena putusnya jembatan tersebut. Yang paling utama anak-anak sekolah yang seharusnya sekolah jadi tidak sekolah sebab tidak ada jalan lain untuk menuju tempat sekolahnya," katan Alih Sutisna, saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Kondisi jembatan gantung Cisarakan yang ambruk.
Kondisi jembatan gantung Cisarakan yang ambruk. (istimewa)

Alih Sutisna mengatakan, jembatan gantung Cisarakan dibangun tahun 2014 oleh Pemkab Cianjur. Jembatan gantung Cisarakan merupakan akses jalan satu-satunya untuk warga Desa Gelarpawitan dan Neglasari.

"Ada jalur alternatif lain tetapi sangat jauh dan memutar, kasihan warga kami ada 5.000 jiwa yang sehari-harinya melintasi jembatan tersebut. Warga kami (ada) yang bertani ada juga berjualan, dan yang paling utama ratusan anak-anak sekolah SD, SMP juga SMA yang tidak bisa bersekolah akibat jembatannya putus," kata Alih Sutisna.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved