Ini Penjelasan Sejarawan Soal Ruangan di SDN Plumbon 1 yang Masuk Cagar Budaya

Mengenai empat ruangan SDN Plumbon 1, menurutnya, bangunan tersebut memang peninggalan Kolonial Belanda. Sementara terkait sejarah fungsi . . .

Ini Penjelasan Sejarawan Soal Ruangan di SDN Plumbon 1 yang Masuk Cagar Budaya
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Murid SDN Plumbon 1, Desa Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, saat keluar dari ruang kelasnya yang merupakan peninggalan zaman Kolonial Belanda, Selasa (4/12/2018). Bangunan SDN Plumbon 1 tersebut dibangun tahun 1904. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pada zaman Kolonial Belanda, Kabupaten Cirebon, ditopang oleh beberapa kota penyangga, di antaranya Plumbon dan Sindanglaut.

Keduanya merupakan distrik yang dikepalai oleh seorang Wedana.

Dibawahnya, ada onderdistrik atau kecamatan.

"Jadi kalau distrik itu di atas kecamatan, kalau kecamatan itu onderdistrik," kata sejarawan Cirebon, Mustakim Asteja, saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Mengenai empat ruangan SDN Plumbon 1, menurutnya, bangunan tersebut memang peninggalan Kolonial Belanda.

Sementara terkait sejarah fungsi atau penggunaan keempat ruangan di SDN Plumbon 1 yang dibangun tahun 1904 itu belum banyak diketahui pasti.

Mustakim Asteja pun lebih banyak menjelaskan tentang kecamatan Plumbon yang pada tahun 1930, kecamatan tersebut dulunya merupakan Distrik Plumbon, membawahi tiga kecamatan, yaitu Plered, Weru, dan Sumber.

"Weru saja saat ini sudah dibagi dua menjadi Kecamatan Weru dan Plered. Bahkan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon yang saat ini berada di Sumber itu dulunya masuk ke Plumbon," tambahnya.

Ridwan Kamil Sebut Jabar Masagi untuk Cegah Pelajar Jadi Julid atau Iri Hati dan Nyinyir

Menengok Bangunan SDN Plumbon 1 yang Didirikan Tahun 1904, Pintu dan Jendela Belum Pernah Diganti

Plumbon saat itu merupakan pusat perdagangan, karena mempunyai pabrik gula dan banyak dihuni oleh orang-orang Belanda.

Sehingga wajar jika saat ini banyak bangunan Belanda di Plumbon.

Tak jauh dari SDN Plumbon 1, menurut Mustakim, banyak bangunan bersejarah lainnya, mulai dari Arhanud, kantor Wedana hingga Alun-alun Plumbon.

"Markas persembunyian orang Belanda saat ini jadi Arhanud yamg berada di samping sekolah itu.

Di sampingnya juga ada Alun-alun Plumbon, di sebelah selatannya itu Kantor Wedana atau Kantor Distrik," kata dia.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved