Sepanjang November 2018, BPBD Tasikmalaya Catat Ada 30 Bencana Terjadi di Kota Santri

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya terjadi 30 bencana terjadi sepanjang November 2018.

Sepanjang November 2018, BPBD Tasikmalaya Catat Ada 30 Bencana Terjadi di Kota Santri
Tribun Jabar/Isep Heri
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat meninjau lokasi longsor di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (9/11/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri Herdiansah

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya terjadi 30 bencana terjadi sepanjang November 2018.

Bencana yang terjadi sepanjang November, di antaranya 7 longsor, 6 pohon tumbang, 11 rumah roboh yang disebabkan angin kencang, 1 banjir luapan, dan 5 lainnya kebakaran.

Dari sejumlah bencana yang terjadi, sedikitnya 29 kepala keluarga dengan 105 jiwa terdampak.

Beruntung dari puluhan bencana yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja kerugian material harus dialami para korban.

Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengatakan, potensi bencana hingga saat ini masih tinggi mengingat curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini

Berdasarkan pemetaan BPBD, Harisman menyebut bencana yang kerap terjadi di Kota Tasikmalaya adalah tanah longsor.

Beberapa daerah rawan longsor terdapat di Kecamatan Kawalu, Purbatu dan Tamansari.

Sedangkan untuk di wilayah perkotaan, Harisman mengatakan banjir luapan merupakan hal yang kerap terjadi saat hujan deras.

“Masyarakat harus terus waspada. Terutama saat hujan turun,” Imbau Harisman saat dihubungi, Senin (3/12/2018).

Harisman berharap masyarakat dapat melakukan pelaporan kejadian kepada BPBD secara cepat jika kejadian bencana terjadi di lingkungannya.

"Sebelumnya terdapat beberapa kejadian yang penangananya tidak dapat dilakukan secara segera karena laporan dari masyarakat baru masuk beberapa hari setelah kejadian. kami saat ini sedang gencar malakukan sosialisasi call centre agar masyarakat dapat lebih mudah dalam melaporkan kejadian,” ujar Harisman.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved