Masa Kejayaan Gerabah Desa Sitiwinangun Sudah Berakhir, dari 1.000 Kini Tinggal 100 Perajin

Pada tahun 1970, bisnis gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, mengalami kejayaan.

Masa Kejayaan Gerabah Desa Sitiwinangun Sudah Berakhir, dari 1.000 Kini Tinggal 100 Perajin
tribunjabar/siti masithoh
Seorang perajin gerabah sedang menyelesaikan pembuatan gerabah untuk memasak Pindang di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pada tahun 1970, bisnis gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, mengalami kejayaan.

Saat itu, mayoritas warganya yang berprofesi sebagai perajin gerabah dapat memasok ke berbagai kota di Indonesia.

Soal kualitas pun, tak perlu ditanya, gerabah dari desa ini terkenal sangat kuat dan elok.

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 2000, gerabah di Desa Sitiwinangun mengalami penyusutan penjualan.

"Tahun 2000-an itu kan sedang gencar-gencarnya alat rumah tangga dari plastik. Dari situlah gerabah kami mulai menurun dan kalah saing," ujar Kadus Desa Sitiwinangun, Kadmiya, saat ditemui di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/12/2018).

Keadaan tersebut juga memaksa sebagian perajin untuk berhenti membuat gerabah.

Persib Bandung akan Menjajal PSCS Cilacap, Begini Strategi Mario Gomez di Piala Indonesia

Saat itu banyak yang menjadi pengangguran karena tidak adanya pesanan.

Setelah dilakukan pendataan oleh pihak desa, Tahun 2009, tersisa 30 perajin saja.

"Tadinya ada 1.000 perajin. Sekarang dari 30 itu mulai bertambah menjadi 50 perajin, 70 perajin, dan sekarang ada 100 perajin," kata dia.


Tahun ini, perajin di Desa Sitiwinangun juga terdiri dari kalangan muda yang menjadi penerusnya.

"Istilahnya jangan sampai tradisi ini hilang. Ini kan ada sejak zaman nenek moyang kami," tambahnya.

Carini (45), seorang perajin gerabah, mengaku dirinya beberapa tahun terakhir memilih berprofesi sebagai gerabah yang mulai diminati kembali oleh pembeli.

"Lumayan dari pada diam saja rumah, kalau membuat gerabah jadi ada kerjaan dan penghasilan," kata Carini.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved