Musim Hujan, Warga Kecamatan Ciledug Cirebon Masih Trauma Kejadian Banjir Bandang

Sejumlah desa di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, sempat diterjang banjir bandang pada musim hujan awal tahun ini.

Musim Hujan, Warga Kecamatan Ciledug Cirebon Masih Trauma Kejadian Banjir Bandang
ISTIMEWA
Banjir di Desa Ciledug Timur, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah desa di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, sempat diterjang banjir bandang pada musim hujan awal tahun ini.

Karenanya, Camat Ciledug, Solihin, menyebut warganya masih membutuhkan trauma healing dari bencana yang disebabkan meluapnya Sungai Cisanggarung itu.

"Masih trauma karena banjir di awal 2018 itu yang paling parah," kata Solihin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/12/2018).

Ia mengatakan, saat itu ada delapan desa di Kecamatan Ciledug yang terendam banjir.

Lima di antaranya merupakan yang paling parah karena berada di dekat daerah aliran sungai (DAS) Cisanggarung.

Basement Air Pagarsih Tak Efektif Tanggulangi Banjir, Ini Sebabnya

Bahkan, banjir terparah melanda Desa Cilengkrang dan ketinggian airnya mencapai tiga meter.

"Sebelum-sebelumnya enggak pernah terjadi banjir separah itu," ujar Solihin.

Ia mengatakan, trauma yang dialami warga Kecamatan Ciledug juga beragam.

Di antaranya, ada warga yang langsung mengemasi barang-barangnya saat hujan mulai turun.

Selain itu, ada juga warga yang membangun lantai dua rumahnya pascabanjir awal tahun ini.

Menurut dia, warga sengaja meninggikan rumahnya untuk mengantisipasi saat banjir bandang kembali terjadi.

"Sekarang di Kecamatan Ciledug mulai turun hujan meski intensitasnya kecil, tapi warga langsung berkemas saat hujan turun," kata Solihin.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved