Masyarakat Diimbau Tak Bawa Anak Bila Mengikuti Reuni 212, Berpotensi Melanggar Hak Anak

Membawa anak dalam kegiatan tersebut berpotensi melanggar hak-hak anak, terutama hak anak mendapatkan waktu luang untuk beristirahat.

Masyarakat Diimbau Tak Bawa Anak Bila Mengikuti Reuni 212, Berpotensi Melanggar Hak Anak
Warta Kota/Rangga Baskoro
Reuni 212 di Lapangan Monas, Sabtu (2/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan reuni 212.

Hal itu disampaikan Jasra Putra menyikapi informasi dan pengaduan masyarakat kepada KPAI, bahwa terdapat banyak anak-anak yang diduga dibawa menuju arena reuni 212 di Jakarta.

Jasra menjelaskan, imbauan tersebut hal itu mengacu pada Undang-Undang 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak yang sangat tegas menyatakan bahwa anak-anak memiliki hak untuk beristirahat, bermain, berekreasi, berkreasi dan berkarya seni budaya.


Menurutnya, membawa anak dalam kegiatan tersebut berpotensi melanggar hak-hak anak, terutama hak anak mendapatkan waktu luang untuk beristirahat.

"Apalagi anak-anak diajak menempuh perjalanan yang cukup panjang tanpa memperhatikan kesehatan, keselamatan serta kebutuhan makan anak yang sangat mendasar selama perjalanan tersebut," ujar Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, kepada Tribun Jabar, Sabtu (30/11/2018).

Jasra menambahkan, berkaca dari kegiatan Reuni 212 tahun lalu, yaitu Aksi Bela Tauhid 211, didapati banyak anak-anak pondok pesantren dilibatkan dan dibawa oleh keluarga.

KPAI sangat menyayangkan terjadi insiden pelibatan penyalahgunaan dalam kegiatan politik dalam kegiatan Aksi Bela Tauhid, dimana anak-anak menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Tauhid tersebut dan menyatakan dukungan terhadap paslon Capres tertentu dalam panggung aksi tersebut.

Sejumlah Artis Ibu Kota Motivasi Ratusan Milenial di Sport Hall Bima Cirebon

"Padahal Undang-Undang Perlindungan anak pasal 15 sangat jelas menyatakan bahwa anak-anak memiliki hak untuk tidak dilibatkan dalam penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik," tegasnya.

Selanjutnya, banyak pandangan dan pendapat serta kajian awal KPAI terjadi pro dan kontra bahwa kegiatan tersebut sulit dilepaskan dari suasana tahun politik yang sedang berlangsung.

Kendati begitu KPAI berpandangan dan berpihak kepada anak agar pusaran pro dan kontra tersebut tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak secara komprehensif.

Tarif Tiket Eksekutif dan Ekonomi KA Joglosemarkerto Rute Yogyakarta-Solo-Semarang-Purwokerto

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved