Warga Terdampak Reaktivasi Kereta Kaget Didatangi Pihak PT KAI yang Beri Uang Biaya Bongkar Rumah

Warga terdampak reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut di Kecamatan Cibatu mengaku terkejut saat petugas PT KAI menyambangi rumah mereka.

Warga Terdampak Reaktivasi Kereta Kaget Didatangi Pihak PT KAI yang Beri Uang Biaya Bongkar Rumah
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal memberikan biaya bongkar dalam bentuk rekening kepada warga terdampak reaktivasi kereta Cibatu-Garut di Kampung Cibodas, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Garut, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga terdampak reaktivasi jalur kereta api Cibatu - Garut di Kecamatan Cibatu mengaku terkejut saat petugas PT KAI menyambangi rumah mereka.

Warga mengaku tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari PT KAI tentang rencana kedatangannya.

Kedatangan Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal beserta rombongan tersebut untuk menyerahkan uang biaya bongkar rumah bagi warga terdampak.

Petugas mendatangi satu per satu rumah yang sudah didata untuk pencairan biaya bongkar.

Dede Nurhayati (38), warga Kampung Cibodas, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu mengaku tak tahu jika petugas PT KAI akan menyerahkan biaya bongkar.

Sebelumnya, Dede menyebut telah didata oleh petugas sejak beberapa bulan lalu.

"Kaget juga tadi pas lagi di rumah tiba-tiba ada dari pihak kereta (PT KAI). Tahunya mau menyerahkan uang ganti rugi," ujar Dede, Jumat (30/11/2018).

Dede mengaku belum mengetahui besaran uang pindah yang diterimanya. Berapa pun jumlah yang ia dapat, Dede akan menerima.

"Saya sudah sepakat untuk pindah. Cuma masih bingung mau pindah ke mana," katanya.

Reaktivasi Kereta Api Cibatu-Garut, PT KAI Beri Biaya Bongkar Kepada Warga

Forum Masyarakat Rel Garut Tolak Reaktivasi Kereta Api Jalur Cibatu-Garut

Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Lebih Prioritas Dibandingkan Jalur Rancakek-Tanjungsari

Iim Halimatusadiah (38), menyebut dengan waktu yang terbatas ia berencana untuk tinggal di rumah orang tuanya yang masih berada di Cibatu. Iim juga menerima karena sadar rumah yang ditempatinya berada di lahan PT KAI.

"Tetap harus pindah walau bingung juga. Masih ada rumah orang tua buat sementara," ucap Iim.

Iim meminta PT KAI untuk memberi tahu besaran uang yang akan diterima. Nominal yang didapat akan digunakan mencari tempat tinggal baru.

"Maksudnya biar tahu ada berapa yang diterima. Kalau ada kekurangan (untuk cari tempat tinggal) bisa cari tambahan dari sekarang," katanya.


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved