KPU Kota Cirebon Janji Beri Pendampingan, Lindungi Hak Pilih Penderita Gangguan Jiwa

KPU Kota Cirebon berjanji akan memberikan pendampingan kepada para penyandang disabilitas mental atau penderita gangguan jiwa pada Pemilu 2019.

KPU Kota Cirebon Janji Beri Pendampingan, Lindungi Hak Pilih Penderita Gangguan Jiwa
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Jajaran Komisioner KPU Kota Cirebon saat Rakor Persiapan PSU Pilwalkot Cirebon di KPU Kota Cirebon, Jl Palang Merah, Kota Cirebon, Senin (17/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon berjanji akan memberikan pendampingan kepada para penyandang disabilitas mental atau penderita gangguan jiwa pada Pemilu 2019.

Ketua KPU Kota Cirebon, Didi Nursidi, mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk melindungi hak pilih para penderita gangguan jiwa dalam Pemilu 2019.

"Tapi kalau dokter ahli menyatakan sebagai penderita gangguan jiwa permanen, yang bersangkutan tidak dapat menggunakan hak pilihnya," kata Didi Nursidi melalui sambungan teleponnya, Jumat (30/11/2018).

Ia mengatakan, KPU Kota Cirebon menjamin akan melindungi hak pilih seluruh warga negara termasuk para penderita gangguan jiwa sesuai amanat PKPU Nomor 11 tahun 2018,

Namun, khusus penjaminan hak pilih bagi penderita gangguan jiwa ada dua cara.

Yakni, koordinasi dengan pihak keluarga dan menyiapkan tenaga pendamping.

134 Orang Gila di Kota Cirebon Masuk Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2019

Ini Alasan KPU Kota Cirebon Masukan Orang Gila Masuk DPT, Berhak Memilih dan Dipilih

"Memang untuk menyiapkan pendamping ini kami terkendala anggaran," ujar Didi Nursidi.

Bahkan, pihaknya juga belum mengetahui sumber anggaran yang akan digunakan.

Baik untuk pendampingan maupun untuk pemeriksaan ke dokter ahli kejiwaan.

Orang Gila Masuk dalam DPT Pemilu 2019, Ketua IDI Kota Cirebon: Kok Bisa Ya?

Namun, Didi mengaku telah menyiapkan langkah antisipasinya dalam melindungi hak pilih penderita gangguan jiwa itu.

"Kami gunakan indikator realitas dan dilakukan peninjauan ulang, minimal kalau diajak bicara nyambung, nanti akan didampingi untuk memberikan hak pilihnya," kata Didi Nursidi.


Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved