Inilah Bentuk Rumah Terpadu Tasikmalaya di Pekan Pertama Pembangunan yang Dibangun ACT

Warga di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, berangsur pulih, pascabencana banjir dan longsor melanda tiga pekan lalu.

Inilah Bentuk Rumah Terpadu Tasikmalaya di Pekan Pertama Pembangunan yang Dibangun ACT
Istimewa
Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) di lapangan Desa Bojongsari, Culamega. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Warga di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, berangsur pulih, pascabencana banjir dan longsor melanda tiga pekan lalu.

Namun demikian, dampak banjir dan longsor tersebut masih terlihat hingga kini. Puluhan rumah mengalami kerusakan akibat bencana yang menerjang dini hari itu. Tercatat juga paling tidak enam orang meninggal dunia.

Merespons kebutuhan tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) di lapangan Desa Bojongsari, Culamega.

Dimulai pada Selasa (20/11) lalu, kini progres pembangunan ICS telah mencapai 30%.  Batang-batang kayu telah dirangkai menjadi kerangka bangunan. Sementara di beberapa unit shelter, telah dipasang atapnya.

Koordinator Posko ACT Bencana Tasikmalaya Rosmana mengatakan, pembangunan kompleks ICS ini dibantu puluhan warga dan relawan konstruksi. Pengerjaaan juga dilaksanakan pada malam hari untuk mempercepat proses penyelesaian.

4 Tips agar Kita Tak Malas Berolahraga, Yuk Hidup Sehat Biar Tubuh Bugar

“Target kami, pengerjaan ICS bisa rampung dalam waktu dua pekan ke depan. Nantinya ICS akan dihuni bagi mereka yang rumahnya hancur, mengalami kerusakan parah dan terancam bencana. Dengan total 60 shelter untuk 60 kepala keluarga yang tinggal di Bojongsari dan Cikuya,” terang Rosmana, Rabu (28/11).

Hunian yang berada di kompleks ICS juga dilengkapi dengan fasilitas umum, di antaranya MCK 10 pintu, dapur umum dan musala dengan ukuran 12x12 meter.

Kompleks Hunian Nyaman Terpadu rencananya tidak akan dibongkar walau warga telah kembali pulih ke keadaan seperti sebelum bencana. Hunian yang berlokasi di sekeliling perbukitan Tasikmalaya Selatan dengan udara yang sejuk ini akan dimanfaatkan untuk tempat wisata.

Jejak Maruli Simanjuntak, Komandan Paspamres Jokowi Ini Ternyata Bukan Jenderal Sembarangan

“Insya Allah, ke depannya ICS akan dijadikan aset desa ketika warga sudah pulih dan kembali ke rumah mereka,” tambah Rosmana. 

Di tempat lain, ACT juga sedang membangun ICS bagi korban gempa bumi, likuefaksi, dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dengan target total 1.000 unit, Hunian Nyaman Terpadu di Sulteng terbagi di Palu, Sigi, dan Donggala.

Di Kelurahan Duyu (Palu), pembangunan kompleks tersebut telah mencapai 95%, Kelurahan Buluri (Palu) 20%, Kelurahan Lolu (Sigi) 25%, Sibalaya Utara (Sigi) 80%, Wani (Donggala) 55%. Sedangkan untuk kompleks ICS ke-6 di Desa Soulove, Dolo, Sigi mulai dibangun pada Sabtu (24/11). 

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved