Ingin Diet Anda Berhasil? Ganti Karbohidrat yang Berasal dari Nasi Putih dengan Kembang Kol

Punya masalah dengan berat badan yang berlebihan? Pastinya diet adalah tujuan utama Anda untuk menurunkan berat badan yang berlebihan itu.

Ingin Diet Anda Berhasil? Ganti Karbohidrat yang Berasal dari Nasi Putih dengan Kembang Kol
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Nutrition Expert Youvit, Rachel Olsen 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita Nilawati 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Punya masalah dengan berat badan yang berlebihan? Pastinya diet adalah tujuan utama Anda untuk menurunkan berat badan yang berlebihan itu.

Biasanya, kelebihan mengonsumsi karbohidrat adalah faktor utama yang menyebabkan kegemukan dan Anda ingi segera melakukan metode diet.

Nah, maka dari itu, Anda bisa mencoba mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi untuk membuat diet Anda berhasil.

Jika Anda sedang berikhtiar untuk diet karbohidrat, Anda bisa menggunakan kembang kol sebagai pengganti nasi putih.

Nasi Putih
Nasi Putih (istock)

Sayuran yang jenisnya mirip brokoli tersebut, merupakan sumber karbohidrat dengan serat tinggi sehingga aman untuk dikonsumsi.

Kembang kol juga tidak mengakibatkan gula darah yang signifikan setelah makan, sayuran ini juga kaya akan vitamin B, K, C, kalsium, dan zat besi.

Nutrition Expert Youvit, Rachel Olsen mengatakan, kembang kol juga bisa mencegah kanker dan bagus untuk kesehatan jantung dan pencernaan.

Untuk mengonsumsinya, kata Rachel, tentu saja tidak langsung dikonsumsi mentah.

"Kembang kolnya bisa dipotong kecil-kecil hingga seukuran nasi lalu direbus, tapi jangan terlalu lembek. Setelah itu airnya disaring dan kembang kol bisa dimakan sebagai pengganti nasi," ujar Rachel di Novotel, Jalan Cihampelas No 23-25, Jumat (30/11/2018).

Rachel mengatakan, untuk membuat selera makan Anda bertambah meski sedang melakukan diet karbohidrat, Anda bisa menambahkan lauk pauk seperti daging, tahu dan tempe sebagai pelengkapnya.

Ada yang menyebutkan, kembang kol adalah salah satu jenis sayuran yang mengandung gas, hal ini bisa memicu asam urat.

"Munculnya penyakit tersebut dikarenakan kurangnya serat dalam tubuh, ketika asam urat datang berarti harus diketahui jika tubuh kebanyakan lemak dan protein," ujarnya.

Oleh karena itu sebelum berbagai jenis penyakit menghampiri, Anda harus pandai memilih dan memilah jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh ya.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved