Tim Kejagung RI Jaring Informasi dari Petani Kabupaten Tasikmalaya Soal Realisasi Bantuan Alsintan

Tim Kajagung tersebut mengumpulkan dan memberikan kuesioner kepada sebanyak 85 pengurus kelompok tani penerima alat mesin pertanian

Tim Kejagung RI  Jaring Informasi dari Petani Kabupaten Tasikmalaya Soal Realisasi Bantuan Alsintan
Tribun Jabar/Isep Heri
Sebanyak 85 pengurus kelompok tani penerima alat mesin pertanian ( Alsintan) tahun anggaran 2015 dikumpulkan dan diberi kuesioner oleh Tim Pemeriksa Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tim Saksus Tipikor) Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (29/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Tim Pemeriksa Khusus Tindak Pidana Korupsi  (Tim Saksus Tipikor) Kejaksaan Agung Republik Indonesia rupanya sedang menjaring informasi terkait kemungkinan adanya penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian ( alsintan) tahun anggaran 2015.

Tim Kajagung tersebut mengumpulkan dan memberikan kuesioner kepada sebanyak 85 pengurus kelompok tani penerima alat mesin pertanian ( alsintan) tahun anggaran 2015 di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (29/11/2018) siang.

Selain tim Kejagung di aula tersebut juga hadir petugas dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya dan sejumlah polisi yang bersenjata.

Belum diketahui secara pasti alasan dan tujuan tim Kejagung menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Sejumlah petugas yang dimintai keterangan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut tertutup, baik pihak Kejagung maupun Kejari enggan memberikan penjelasan tentang kegiatan tersebut.

"Kami menjalankan sesuai perintah pimpinan. Tidak berwenang untuk menjawab (menjelaskan) hal ini, no comment," kata Farid, satu di antara anggota Tim Saksus Tipikor Kejagung, ketika sejumlah wartawan meminta konfirmasi.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan 8 Tersangka Korupsi Dana Hibah Lainnya Diserahkan Polisi ke Jaksa

Sudah Tiga Minggu, Jembatan Bailey yang Akan Hubungkan Tasikmayala Selatan dan Garut Belum Selesai

Sementara itu, satu di antara pengurus kelompok tani yang mengikuti kuesioner, Nasihin dari Kelompok Tani Mekarsari 5, Desa Kubangsari, Kecamatan Cikalong mengatakan pertanyaan kuesionernya terkait penerimaan bantuan pada tahun 2015 lalu.

"Kami diundang, ditanyai mengenai bantuan traktor yang diterima pada 2015. Kami menerima, tapi saya lupa poin-poin yang ditanyakan tadi," katanya.

Senada dengan Nasihin, perwakilan Kelompok Tani Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Dadan menuturkan, bahwa ia ditanya perihal bantuan pompa air untuk kelompok taninya yang diterima tahun 2015.

"Tadi saya memberikan pernyataan bahwa pernah menerima. Saya lupa poinnya yang jelas itu (pertanyaan) dari kejaksaan," ujar Dadan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan Alsintan dalam pelaksanaan Program Kedaulatan Pangan tahun anggaran 2015 yang terjadi di Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Seksi Alat dan Mesin Pertanian dan Persediaan Sarana Produksi, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Asep Kuswara mengatakan tahun 2015 pihaknya telah mendistrubisikan sekitar 300 lebih pompa air, traktor roda 2 sebanyak 120 lebih, untuk traktor roda 4 ada 7 unit, dan alat penanam padi ada 27 unit.

"Semuanya dari Kementerian Pertanian. Mereka yang menerima merupakan resmi binaan kami," katanya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved