MPR RI Ajak Masyarakat Memanfaatkan Era Digital Sebagai Upaya Mempertahankan Nasionalisme

Agun Gunadjar Sudarsa, menyebutkan, masyarakat harus mampu memanfaatkan, kemajuan teknologi di era digitalisasi untuk mempertahankan nasionalisme

MPR RI Ajak Masyarakat Memanfaatkan Era Digital Sebagai Upaya Mempertahankan Nasionalisme
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Seminar nasional evaluasi pelaksanaan otonomi daerah dalam rangka memperkuat sistem negara kesatuan Republik Indonesia, di Kampus IPDN, Jalan Raya Bandung - Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota Badan Pengkajian MPR RI, Agun Gunadjar Sudarsa, menyebutkan, masyarakat harus mampu memanfaatkan, kemajuan teknologi di era digitalisasi saat ini, sebagai upaya mempertahankan nasionalisme.

Rasa nasionalisme yang terkandung dalam Pancasila, kata Agun, Indonesia saat ini sudah tidak mengenal yang namanya blok barat atau blok timur atau permasalahan hak asasi manusia.

"Diera digital ini, kemunculan transnasional harus dihalau, karena bertetangan paham kebangsaan," kata Agun saat ditemui di seminar nasional evaluasi pelaksanaan otonomi daerah dalam rangka memperkuat sistem negara kesatuan Republik Indonesia, di Kampus IPDN, Jalan Raya Bandung - Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kamis (29/11/2018).

Agun mengatakan, di Indonesia saat ini pun sangat menghargai keberagaman agama, suku, atau ras, sehingga Indonesia tidak perlu diubah menjadi ideologi lain yang sangat bertentangan dengan Pancasila.

Indonesia Masih Kekurangan Sumber Daya Manusia di Bidang Digital, Ini yang Harus Dilakukan

Neng Mela Susana, Korban Begal di Kota Bandung Meninggal Dunia

Ia menambahkan, peran generasi muda diera digital ini, hanya cukup mempertahankan nasionalisme, dengan cara menghormati keberagaman, sesuai kandungan nila Pancasila.

"Mereka harus mengkampanyekan kecerdasan teknologis sebagai penguatan nasionalisme," katanya.

Pengurangan nilai nasionalime diera digital ini, kata Agun, telah terjadi dibanyak tempat karena menyebarnya informasi yang menyebabkan perpecahan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak kembali informasi pembuat dendam itu.

"Masyarakat harus mau memahami dan mengedepankan rasa persaudaraan, jangan seperti orang perang," katanya.


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved