Kadinkes dan Kepala Puskesmas Batujajar Sebut Sakit Tiara Bukan Campak Rubela
Tiara Citra (11) anak pasangan Ipah Setiawati (46) dan Acud Juanedi (50) almarhum, warga Seketando RT 02/13, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Tiara Citra (11) anak pasangan Ipah Setiawati (46) dan Acud Juanedi (50) almarhum, warga Seketando RT 02/13, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, mengidap penyakit yang langka.
Awalnya, menurut ibundanya, Tiara diduga mengalami sakit Campak Rubela atas diagnosis RS Karisma saat membawa anaknya memeriksa ke sana. Tetapi, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan mengatakan penyakit yang diderita Tiara bukanlah Campak Rubela, melainkan penyakit epidermolisis bulosa melihat dari ciri-ciri yang ada pada Tiara.
Kadinkes memberikan klarifikasi terkait kasus ini didampingi Kepala Puskesmas Batujajar, dr Enung Masruroh, bidan program imunisasi, bidan Dewi Suryani, dan bidan pembina Desa Cangkorah, bidan Rosminani.
"Tiara ini sempat diimunisasi pada 6 Maret 2018 di SD Mekarjaya. Tapi, bukan imunisasi rubella melainkan imunisasi Ori difteri," kata Enung di Dinkes KBB, Kamis (29/11/2018).
Enung pun melanjutkan bahwa imunisasi ori difteri menyasar anak usia 1 sampai 19 tahun, sedangkan untuk imunisasi rubella itu sudah selesai dilakukan serentak tahun lalu.
• Olla Ramlan Ketahuan Belikan Berlian Buat Pengasuh Anaknya, Bukan Saya yang Pamer
"Waktu itu kami ketika ada imunisasi ini dari penyuluhan mengimbau kepada warga harap segera melapor ke puskesmas, jika ada efek samping. Tapi, dari pihak Tiara sampai Juni tak ada laporan, dan sempat pada Juli lapor sakit kulit," ujarnya seraya menyebut hingga November ada keluhan kembali karena sakitnya kambuh.
WhatsApp Dikabarkan Siapkan Fitur Baru, Panggilan Telepon dan Video Langsung Melalui Group Chat https://t.co/HPelOp25hf via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 29, 2018
Pihak Dinkes pun, menurut Hernawan telah menyarankan Tiara untuk dirujuk ke RSHS Bandung. Tetapi, sang anak enggan untuk dibawa ke sana.
"Ya akhirnya yang bisa kami lakukan sekarang berikan pemantauan secara periodik ke kediamannya melalui petugas kami," ujar Hernawan.