Pemilu Legislatif 2019

Orang Gila Masuk dalam DPT Pemilu 2019, Ketua IDI Kota Cirebon: Kok Bisa Ya?

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif, merasa aneh dengan PKPU Nomor 11 Tahun 2018.

Orang Gila Masuk dalam DPT Pemilu 2019, Ketua IDI Kota Cirebon: Kok Bisa Ya?
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Jajaran Komisioner KPU Kota Cirebon saat Rakor Persiapan PSU Pilwalkot Cirebon di KPU Kota Cirebon, Jl Palang Merah, Kota Cirebon, Senin (17/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif, merasa aneh dengan PKPU Nomor 11 Tahun 2018.

Aturan itu menyebutkan setiap warga negara yang sudah berusia 17 tahun atau telah menikah, secara hukum berhak dipilih dan memilih.

Bahkan, termasuk orang yang mengalami gangguan mental atau penderita gangguan jiwa.

"Kok bisa ya? Padahal secara hukum penderita gangguan jiwa itu tidak bisa dihukum," kata M Edial Sanif melalui sambungan teleponnya, Rabu (28/11/2018).

Ia mengatakan, Pasal 44 KUHP juga menyebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggung karena penyakit.

Namun, Edial justru bertanya-tanya mengapa penderita gangguan jiwa masih mendapat hak politik untuk memilih dan dipilih.

Terlebih, jika penderita gangguan jiwa itu memberontak maka tenaganya bisa mencapai 2 - 3 orang dewasa.

Hal itu jelas membutuhkan pengawalan minimal 5 - 6 orang untuk setiap satu penderita gangguan jiwa.

Ini Alasan KPU Kota Cirebon Masukan Orang Gila Masuk DPT, Berhak Memilih dan Dipilih

134 Orang Gila di Kota Cirebon Masuk Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2019

"Enggak kebayang berapa jumlah petugas keamanan yang harus disiagakan jika penderita gangguan jiwa memilih di Pemilu 2019," ujar M Edial Sanif.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved