Diangkat Jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Belum Penuhi Tuntutan Honorer

AHY mengatakan Demokrat terus memperjuangkan pegawai honorer menjadi PNS.

Diangkat Jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Belum Penuhi Tuntutan Honorer
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat bertemu masyarakat Garut di Rumah Joglo, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Status guru honorer yang akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) dinilai Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum memenuhi tuntutan honorer.

"Tetap saja (kami akan) perjuangkan agar guru honorer statusnya lebih baik, sebagai PNS," ujar AHY setelah acara SBY temu masyarakat Garut di Rumah Joglo, Garut, Selasa (27/11/2018).

AHY mengatakan ada 439 ribu honorer yang berharap untuk mendapat kesempatan menjadi PNS. Partai Demokrat akan memperjuangkan keinginan para honorer jika masuk ke dalam pemerintahan dan semakin banyak wakil rakyat di DPR RI.

"Memang ada kompetensi yang harus dipenuhi. Kalau disiapkan dengan baik, mudah-mudahan ada kesempatan yang baik. Kasihan mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun," katanya.

Aturan penerimaan PNS di bawah 35 tahun membuat honorer seakan tak diperhatikan. Peningkatan honorer menjadi PNS harus dilakukan secara bertahap. Semua bisa dilakukan dan sudah terbukti saat pemerintahan SBY sejak 2004 sampai 2014.

"Seperti dulu, ada 1 juta 70 ribu (honorer) yang jadi PNS. Tentunya ini dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan negara," ucapnya.

Tuntutan puluhan ribu guru honorer beberapa waktu lalu di Jakarta, katanya, untuk menyuarakan isi hati dan keluhan mereka.

"Bayangkan guru honorer itu mendapatkan antara 200 ribu sampai 300 ribu (rupiah) per bulan. Jauh di bawah UMK. Tentunya ini tidak layak. Padahal mereka bekerja gigih untuk bisa mencerdaskan anak-anak kita," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved