Bekraf Optimis Proyeksi Ekonomi Kreatif Akan Terus Meningkat

Kepala Bekraf Indonesia, Triawan Munaf, mengaku optimis, bila produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif, diproyeksikan akan terus meningkat

Bekraf Optimis Proyeksi Ekonomi Kreatif Akan Terus Meningkat
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf di Gedung Bale Sawala Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf, mengaku optimis, bila produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif, diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Hingga akhir 2018 ini, Bekraf Indonesia mencatat, PDB ekonomi kreatif, telah mencapai angka Rp 1.105 trilyun, yang dihasilkan oleh 16 subsektor.

Beberapa bidang di antaranya, aplikasi/game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

"Di 2019 ini, diproyeksikan, angka PDB ekonomi kreatif naik hingga Rp 100 trilyun, menjadi Rp 1.115 trilyun," kata Triawan saat ditemui di Gedung Bale Sawala Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (27/11/2018).

Triana mengatakan, dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia, beberapa subsektor yang kini menjadi subsektor priotitas, di antaranya, subsektor film, musik, dan games.

Ia menambahkan, salah satu subsektor yang saat ini mengalami pertumbuhan cukup pesat sejak beberapa tahun terakhir ini adalah bidang film.

"Film itu hanya menghasilkan 10 persen saja, tetapi pertumbuhannya sangat tinggi sekali," katanya.

Rocky Gerung Batal Datang ke Pemeriksaan Polisi Terkait Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Ardi Idrus Yakin Persib Bandung Raih Tiket Piala AFC Musim 2019

Andik Vermansah Ingin Perkuat Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman Mengaku Bingung

Selain subsektor priotitas, Bekraf Indonesia pun memiliki tiga subsektor unggulan, yakni dibidang fesyen, kuliner, dan kriya, yang juga diminati oleh beberapa negara, di antaranya Amerika, Jepang, Swiss, Singapura, dan Jerman.

Untuk persentase tiga subsektor unggulan ini di negara luar, yakni 54,54 persen untuk fesyen, 39,01 persen kriya, dan 6,31 persen bidang kuliner.

"Lonjakan ketiga subsektor unggulan ini sangat luar biasa," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved