Terjebak Kemacetan Ternyata Bikin Risiko Terkena Serangan Jantung Meningkat

Siapa sangka, orang yang terjebak kemacetan bisa saja mengalami masalah fisik dan psikis. Bahkan, kemacetan bisa meningkatkan risiko serangan jantung

Terjebak Kemacetan Ternyata Bikin Risiko Terkena Serangan Jantung Meningkat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto aerial sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Jumat (8/6/2018). Kemacetan terjadi akibat volume kendaraan pemudik semakin banyak . 

TRIBUNJABAR.ID - Dalam sepekan, berapa kali Anda warga Bandung terjebak kemacetan lalu lintas?

Jika sering, mulai dari sekarang sebaiknya Anda lebih peduli pada kesehatan.

Siapa sangka, orang yang terjebak kemacetan bisa saja mengalami masalah fisik dan psikis.

Bahkan, kemacetan bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Para peneliti pada Konferensi Tahunan ke-49 American Heart Association dalam simposium Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention, membuktikan bahwa kemacetan dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Penulis utama dalam penelitian ini, Annete Peters, yang berasal dari Institute of Epidemiology, Jerman, mengungkapkan bahwa risiko orang sehat untuk mengalami serangan jantung akibat terjebak macet mencapai 3,2 kali lebih tinggi daripada orang-orang yang memang berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut, baik karena faktor usia, gaya hidup, maupun riwayat penyakit.

Hujan Deras Bikin Jalan Supratman Bandung Terendam Banjir, Kemacetan Tak Terhindarkan

Hasil penelitian menunjukan bahwa sekitar delapan persen serangan jantung yang dialami oleh orang yang sehat dipengaruhi oleh kemacetan lalu lintas.

Selain itu, dalam penelitian ini menunjukan bahwa perempuan memiliki risiko serangan jantung lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Meski begitu, para peneliti belum mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.

Perlu diketahui bahwa penelitian ini bukanlah menyatakan kemacetan menjadi penyebab tunggal serangan jantung.

Halaman
12
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved