Punya Murid Sejak Kelas 1 SMP, Guru Berusia 50 Tahun Ini Jadi Guru Inspiratif Een Sukaesih Award

Yamin Kamaludin tak menyangka dinobatkan sebagai guru inspiratif di gelaran Een Sukaesih Award (ESA) 2018.

Punya Murid Sejak Kelas 1 SMP, Guru Berusia 50 Tahun Ini Jadi Guru Inspiratif Een Sukaesih Award
istimewa
Yamin Kamaludin (tengah) guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada "Een Sukaesih Award (ESA) 2018". 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yamin Kamaludin (50), guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada "Een Sukaesih Award (ESA) 2018".

Penganugerahan ESA 2018 digelar di Aula Timur Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, pada Kamis (22/11/18) malam.

Saat dihubungi Tribun Jabar melalui ponselnya, Yamin Kamaludin mengaku didaftarkan oleh kepala sekolahnya untuk mengikuti ajang ESA 2018.

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Muhammadiyah Bandung ini mengaku sejak duduk di bangku SMP kelas 1 ia sudah mengajar sekolah nonformal seperti pengajian

"Saya SMP kelas 1 sudah punya murid seperti anak-anak tetangga dan adik-adik kelas di bawah usia saya," ujar Yamin, Jumat (23/11/2018).

Yamin Kamaludin (kiri) guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada
Yamin Kamaludin (kiri) guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada "Een Sukaesih Award (ESA) 2018". (istimewa)

Yamin Kamaludin sempat terkejut saat dinobatkan sebagai guru inspiratif. Ia hanya menjalankan apa yang menurutnya harus dilakukan.

"Sangat kaget, tidak pernah menyangka, dan tidak bercita-cita menjadi guru inspiratif. Saya secara pribadi hanya melakukan apa yang menurut saya harus saya lakukan," ujar Yamin Kamaludin.

Yamin Kamaludin juga aktif menulis buku yang berkaitan dengan bagaimana menjadi seorang pendidik hingga sosok pendidik yang baik. Enam buku yang sudah Yamin Kamaludin buat.

Saat ini, Yamin Kamaludin menjalankan tugas sebagai seorang guru akidah, kewirausahaan, dan PKN. Yamin mengatakan gaya mengajar yang selalu ia pakai yaitu antara teori dan praktik harus berkesinambungan.

Yamin Kamaludin (kiri) guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada
Yamin Kamaludin (kiri) guru di SMAT Baiturrahman, Ciparay, Kabupaten Bandung, meraih penghargaan Guru Inspiratif pada "Een Sukaesih Award (ESA) 2018". (istimewa)

"Seperti iman dan amal harus yang sejalan bukan hanya iman saja, iman tanpa amal tidak ada nilainya, amal tanpa iman juga tidak ada nilainya. Jadi iman dan amal itu harus berkesinambungan, nah, sama halnya teori dengan praktik itu sejalan," ujar Yamin.

Yamin juga aktif di kegiatan kewirausahaan yang ia bentuk bersama para muridnya dan dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti membantu masyarakat yang terjerat hutang rentenir.

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved