Pemkab Bandung Khawatir Generasi Milenial Ogah Memajukan Budaya Lokal

Kemajuan teknologi di era globalisasi ini, perkembangan budaya luar semakin meluas, sehingga menimbulkan budaya daerah mulai dilupakan.

Pemkab Bandung Khawatir Generasi Milenial Ogah Memajukan Budaya Lokal
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Pagelaran seni di SMK Harapan Cicalengka, Jalan Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung mengkhawatirkan generasi milenial di Kabupaten Bandung, enggan melestarikan dan memajukan budaya Sunda.

Kepala Bidang Budaya Disparbud, Aten Sondani, mengatakan, kemajuan teknologi di era globalisasi ini, perkembangan budaya luar semakin meluas, sehingga menimbulkan budaya daerah mulai dilupakan.

"Secara otomatis budaya sendiri tergerus, mereka banyak yang menggemari budaya luar karena kepopulerannya," kata Aten di SMK Harapan Cicalengka, Jalan Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (23/11/2018).


Untuk melestarikan hal itu, Disparbud Kabupaten Bandung berupaya meningkatkan pendidikan kebudayaan di kurikulum sekolah, sehingga budaya lokal masih dapat dilaksanakan.

Aten mengatakan, pelestarian budaya ini dilakukan dengan cara mengemas dan mengembangkan konteks budaya secara milenial, sehingga digemari generasi milenial.

"Dipadukan agar mereka menarik dan tidak beranggapan berbudaya itu adalah sesuatu yang kolot atau kuno," katanya.

Dalam upaya meningkatkan kemajuan budaya bagi generasi milenial, Disparbud Kabupaten Bandung menetapkan SMK Muthia Harapan Cicalengka, menjadi kawasan wisata sekolah budaya.

Pemprov Bakal Beri Hadiah untuk Pemda se-Jabar, Ini Bentuknya

Hal tersebut Berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, disebutkan, pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya di Indonesia ditengah peradaban dunia.

Dalam hal ini, pemajuan kebudayaan dilakukan berbagai cara, di antaranya, melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

SMK Muthia Harapan ini, menjadi model percontohan bagi sekolah lain di Kabupaten Bandung, sehingga perjalanan pendidikan formal berjalan selaras dengan kebudayaan lokal.

Mulai Januari 2018, Semua Sekolah di Jabar Mulai TK-SMA Wajib Terapkan Kurikulum Tanggap Bencana

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved