Pilpres 2019

Momen Pilpres 2019, Banyak Generasi Milenial Indonesia Jadi Buzzer Politik untuk Propaganda

Kepala Studi Politik dan Demokrasi Unpad, Ari Ganjar Herdiansyah, menyebutkan, banyak generasi milenial di Indonesia menjadi buzzer politik

Momen Pilpres 2019, Banyak Generasi Milenial Indonesia Jadi Buzzer Politik untuk Propaganda
geotimes.co.id
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Ari Ganjar Herdiansyah, menyebutkan, banyak generasi milenial di Indonesia menjadi buzzer politik untuk propaganda terkait pemilihan presiden 2019.

Di media sosial (medsos) saat ini, sejumlah akun mengkampanyekan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, akun tersebut berupaya saling menjatuhkan, dengan cara mempengaruhi warganet.

Dalam praktiknya ini, buzzer politik, biasanya menggunakan akun palsu untuk mendiskreditkan salah satu pasangan calon, salah satunya menyebarkan berita hoaks.

"Kaum milenial ini dianggap paling potensial menjadi buzzer politik," kata Ari Ganjar Herdiansyah saat ditemui di Gedung Fisip Unpad Jatinangor, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (23/11/2018).

Kepala Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjajaran (Unpad), Ari Ganjar Herdiansyah (kiri).
Kepala Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjajaran (Unpad), Ari Ganjar Herdiansyah (kiri). (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Alasan merekrut generasi milenial menjadi buzzer politik, dikarenakan medsos sangat berkaitan erat dengan kehidupan kaum milenial, dalam kegiatan apa pun.

Ari mengatakan, dibandingkan generasi orangtua, kaum milenial lebih canggih dalam penggunaan medsos, sehingga kelemahan ini dimanfaatkan para tim sukses untuk meraih simpati masyarakat.

Fahri Hamzah Nilai Kampanye Capres Cawapres Masih Saling Sindir Nggak Penting

Kepala Studi Politik dan Demokrasi Unpad: Mahasiswa Berperan Penting dalam Pilpres 2019

MALAM INI Live Streaming Persib Bandung vs Perseru Serui - Disiarkan Indosiar, Klik Link-nya Di Sini

"Justru seharusnya, penggunaan medsos ini dibawa ke arah positif, dengan memanfaatkan fitur yang ada," katanya.

Ia pun mengatakan, keberadaan buzzer politik ini, sama halnya dengan praktik uang yang dilakukan oleh sejumlah tim pemenangan atau tim sukses para calon pemimpin, yakni sama-sama negatif.

"Buzzer dan politik uang sama - sama negatif bagi demokrasi Indonesia," katanya. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved