Dulunya Ada Pohon Rapuh, di Taman Sekolah Ini Kini Ada Gerobak Literasi

Keren, di SMK Kartika XIX-1 ada Gerobak Literasi. Siswa bisa beristirahat sambil membaca buku dan bercengkrama.

Dulunya Ada Pohon Rapuh, di Taman Sekolah Ini Kini Ada Gerobak Literasi
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Siswa dan siswi SMK Kartika XIX - 1 memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan membaca buku di taman Gerobak Literasi didampingi kepala sekolah dan guru, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah siswa SMK memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan membaca buku di sebuah taman.

Tak hanya membaca, ada juga siswa yang membaca sembari berdiskusi bersama seorang guru di taman tersebut.

Sejak 17 Agustus 2018, di taman tersebut disimpan sebuah gerobak. Namanya Gerobak Literasi.

Gerobak ini didesain sebagai tempat tersimpannya buku-buku bacaan dan menjadi perpustakaan kecil untuk menambah minat baca siswa.

Gerobak tersebut berwarna biru, kombinasi putih. Buku-buku yang tersedia beragam, mulai dari novel, buku pembelajaran tambahan, hobi, buku peminatan, hingga buku keagamaaan.

Agar siswa merasa nyaman saat membaca, taman tersebut dilengkapi dengan rumput sintetis serta tempat duduk yang di bawahnya terdapat batu kerikil berwarna putih.

"Jadi dulunya ini memang taman, ada bak yang isinya pohon yang sudah mulai rapuh. Karena terlihat agak kumuh, jadi saya buat taman baca saja, disediakan pula gerobak literasi," ujar seorang Kepala Sekolah SMK Kartika XIX - 1, Abdurahman, saat ditemui Tribun Jabar, Kamis (22/11/2018), di SMK Kartika XIX - 1.

Sejumlah siswa SMK Kartika XIX - 1 memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan membaca buku di taman Gerobak Literasi, Kamis (22/11/2018).
Sejumlah siswa SMK Kartika XIX - 1 memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan membaca buku di taman Gerobak Literasi, Kamis (22/11/2018). (Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah)

Abdurahman mengaku bahwa tujuan dibuatnya Gerobak Literasi, selain untuk memfasilitasi siswa yang gemar membaca, juga untuk meningkatkan minat baca dan menjadi program gerakan literasi di sekolah.

"Jadi ceritanya saya buat konsepnya karena anak-anak, kan, sudah malas ke perpustakaan, kadang sudah masuk ke perpustakaan malah nongkrong, daya tarik membacanya kurang, saya ingin program gerakan literasi di sekolah harus ada, oleh karena itu konsepnya ingin membuat taman yang ada tempat bukunya," ujar Abdurahman.

Halaman
12
Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved