Dua Elang Laut Dilepasliarkan di Cagar Alam Leuweung Sancang Garut

Cagar Alam Leuweung Sancang, Kabupaten Garut menjadi tempat pelepasliaran dua ekor elang laut dada putih dengan nama latin Haliaeetus leucogaster.

Dua Elang Laut Dilepasliarkan di Cagar Alam Leuweung Sancang Garut
Kolase Tribun Jabar
Dua ekor elang laut dada putih dengan nama latin Haliaeetus leucogaster dipelasliarkan di Cagar Alam Leuweung Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Cagar Alam Leuweung Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut menjadi tempat pelepasliaran dua ekor elang laut dada putih dengan nama latin Haliaeetus leucogaster.

Kedua ekor elang laut itu sebelumnya sempat dipelihara oleh warga.

Elang hasil serahan warga dan sitaan BKSDA itu telah berada satu bulan di Sancang untuk menjalani proses habituasi atau penyesuaian pada habitat.

Di tengah guyuran hujan, elang laut dada putih jantan dan betina itu dilepasliarkan oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman.

Manajer Operasional Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Zaini Rakhman, mengatakan pemilihan Cagar Alam Leuweung Sancang sebagai lokasi pelepasliaran karena masih terjaga untuk habitat elang.

Pihaknya pun sempat melakukan beberapa kajian untuk memilih lokasi pelepasliaran.

"Selain di Sancang ( Cagar Alam Leuweung Sancang), kami sempat survei lokasi di Pangandaran dan beberapa pesisir lain. Di Sancang ini punya potensi karena ada di kawasan cagar alam dan masih terjaga," kata Zaini di Cagar Alam Leuweung Sancang, Rabu (21/11/2018).

Dua ekor elang laut dada putih dilepasliarkan di Cagar Alam Leuweung Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Rabu (21/11/2018).
Dua ekor elang laut dada putih dilepasliarkan di Cagar Alam Leuweung Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Rabu (21/11/2018). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Menurut Zaini, elang laut dada putih jantan bernama Yasmin merupakan serahan warga Garut pada 26 Mei 2017.

Yasmin berumur tiga tahun dan sudah dipelihara warga sekitar dua tahun.

Sedangkan elang laut dada putih betina bernama Iteung merupakan hasil operasi BKSDA wilayah III Ciamis dari Cirebon. Iteung yang berumur 1 tahun 5 bulan disita BKSDA pada 29 Maret 2018.

"Kami sudah persiapkan elang jantan dan betina ini. Dengan harapan keduanya bisa berpasangan dan berkembang biak di Sancang ini," ucapnya.

Diakui Zaini, populasi elang laut di hutan Sancang sering ditemui warga. Dengan dilepasliarkannya dua elang laut ini, bisa menambah jumlah populasi elang di Cagar Alam Leuweung Sancang.

"Elang laut ini info dari warga sering terlihat. Cuma belum ada data jumlahnya. Habitatnya memang berada di perairan dan pesisir pantai," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved