Seorang Sumber Ungkap Rencana Selamatkan MBS dari Skandal Khashoggi Sudah Disiapkan Amerika Serikat

Rencana menyelamatkan atau melindungi raja dan putra mahkota Arab Saudi dari skandal pembunuhan Jamal Khashoggi ternyata sudah disusun Amerika Serikat

Editor: Dedy Herdiana
boursorama.com
Pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dengan Pangeran Mohammed bin Salman 

TRIBUNJABAR.ID, RIYADH - Rencana menyelamatkan atau melindungi raja dan putra mahkota Arab Saudi dari skandal pembunuhan Jamal Khashoggi ternyata sudah disususn oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo.

Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, hal ini disampaikan seorang pejabat senior Arab Saudi yang tak mau disebut namanya kepada situs berita Middle East Eye.

Mike Pompeo secara pribadi membawa sendiri rencana itu dalam sebuah pertemuan dengan Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman bulan lalu di Riyadh.

Rencana yang ditawarkan Pompeo itu termasuk menyalahkan pembunuhan Khashoggi kepada salah satu anggota keluarga Al-Saud yang berkuasa.

Rencana untuk mengorbankan orang tak bersalah ini adalah upaya untuk mengamankan sejumlah orang yang berada di posisi paling atas.

Hingga saat ini, ujar sumber itu, orang yang akan dijadikan kambing hitam belum ditentukan.

Para pemimpin Saudi akan menggunakan cara ini jika nantinya tekanan terhadap MBS semakin berat.

"Kami tak akan terkejut jika hal itu nanti terjadi," kata sang sumber.

Namun, Kemenlu AS membantah kabar ini dan menyebutnya sebagai kesalahan dalam memahami misi diplomatik Menlu Pompeo ke Arab Saudi.

"Kami sudah berbicara secara terbuka tentang tujuan kami yaitu membuat para pemimpin Saudi memahami keseriusan pemerintah AS untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi," demikian Kemenlu AS.

Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Jadi Sorotan Dunia, Raja Salman Bicara Soal Hukum dan Pangerannya

Donald Trump Mengaku Punya Salinan Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Ini Permintaan Israel ? Arab Saudi Melarang Jutaan Warga Palestina Beribadah Haji dan Umrah

Menurut sang sumber, Pompeo membeberkan rencananya pada 16 Oktober lalu saat bertemu dengan Raja Salman dan Pangeran MBS di saat tekanan internasional terkait skandal Khashoggi semakin kuat.

Sumber itu melanjutkan, rencana Pompeo ini terdiri dari beberapa langkah.

Saat Pompeo pada 18 Oktober mengatakan agar Arab Saudi diberi waktu beberapa hari untuk menyelesaikan investigasi, dia sebenarnya tengah memberi waktu agar rencananya bisa dimulai.

"Pemerintah Saudi melakukan apa saja yang diinginkan Pompeo," lanjut sumber tersebut.

Sejak kunjungan Pompeo, Riyadh kemudian mengizinkan para penyidik Turki memeriksa kantor konsulatnya, menawarkan investigasi bersama, dan mengirimkan tim penyidik ke Istanbul, serta menahan sejumlah orang.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved