PPTQ Misbahunnur Wisuda Santrinya yang Juga Tahfiz Quran Bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi

Bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad, PPTQ Misbahunnur mewisuda santrinya yang juga tahfiz Quran.

PPTQ Misbahunnur Wisuda Santrinya yang Juga Tahfiz Quran Bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Santri PPTQ Misbahunnur yang diwisuda tengah membaca Alquran saat acara wisuda dan Maulid Nabi Muhammad Saw. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, santri Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an (PPTQ) Misbahunnur diwisuda di PPTQ Misbahunnur, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (20/11/2018).

Dalam wisuda tahun 2018 ini, para penghafal Alquran disambut dengan karpet merah sebagai pertanda untuk menyambut mereka yang telah sukses menghafal Alquran.

Pimpinan PPTQ Misbahunnur, KH Badrus Sallam, mengatakan, santri yang diwisuda pada tahun ini sebanyak 150 orang dengan tujuan agar ke depannya para santri lebih semangat dalam menghafal Alquran.

"Sebagai bentuk rasa syukur kami atas lahirnya Nabi Muhammad Saw, kami peringati dengan tahfiz Quran sekaligus wisuda santri pada tahun yang ke-7," ujarnya saat ditemui di sela acara, Selasa (20/11/2018).

Peringati Maulid Nabi di Purwakarta, Pemda Gelar Tausiah Dibalut Keragaman Seni

Santri yang diwisuda tersebut, kata dia, merupakan santri yang telah hafal Alquran mulai dari yang hafal 1, 5, 10, 15, dan 20 juz. Mereka telah mengikuti serangkaian tes dan telah dinyatakan lolos hafal Alquran.

"Mereka saat diuji itu duduk di kursi merah yang artinya kursi itu kursi yang sangat panas. Atas keberhasilan mereka saat naik panggung mereka melewati karpet merah," katanya.

Sebagai pembuktian telah hafal Alquran, katanya, mereka juga diuji di hadapan para orang tuanya saat acara wisuda dan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Para santri yang telah diwisuda tersebut diharapkan bisa memiliki karakter atau berakhlak yang Qurani dan hasilnya bisa diimplemantasikan di masyarakat luas, sehingga hafalan Alquran mereka bisa bermanfaat.

"Makanya saat mereka menghafal Alquran harus hafal dengan artinya dan tahu maknanya. Itu untuk bekal bagi mereka di kemudian hari," kata KH Badrus Sallam.

Menurutnya, saat ini banyak orang tua yang memasukan anaknya ke pesantren untuk membentengi dari pengaruh akhlak yang negatif karena di pesantren, para santri dibekali akhlak Qurani.

Sehingga, kata dia, satu-satunya cara untuk menanggulangi pengaruh negatif dari dunia luar hanya pesantren. Namun yang lebih baik pesantren yang mengadakan tahfiz Alquran.

"Karena nilai-nilai Qurani dari Allah dijelaskan dalam Alquran secara detail. Untuk itu para santri ini ingin menyelamatkan diri dan keluarganya," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved