Jabar Bisa Miliki Kawasan Industri Telekomunikasi, BCC Mampu Produksi Fiber Optik

Kebutuhan perangkat fiber optik saat ini begitu tinggi, namun sayang, sebagian besar perangkat tersebut masih diimpor.

Jabar Bisa Miliki Kawasan Industri Telekomunikasi, BCC Mampu Produksi Fiber Optik
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Ketua Komite Korea Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Boris Syaifullah (jas hitam) saat menghadiri acara HUT ke-3 PT Borsya Cipta Communica di kawasan Biz Park, Kopo, Bandung, Sabtu (17/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebutuhan perangkat fiber optik saat ini begitu tinggi, namun sayang, sebagian besar perangkat tersebut masih diimpor.

Padahal Jawa Barat sendiri sangat berpeluang memiliki kawasan industri telekomunikasi yang mampu mengembangkan jaringan fiber optik untuk memenuhi tingginya permintaan perangkat telekomunikasi berteknologi tinggi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Korea Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Boris Syaifullah.

Menurut Boris, Jabar berpeluang memiliki kawasan industri telekomunikasi yang mana hal ini perlu disikapi dengan serius.

Hal ini akan melihat peluang penyediaan produk telekomunikasi yang saat ini masih mengandalkan impor. 

“Jabar memiliki peluang itu (memiliki kawasan industri telekomunikasi) dan kami pun ingin di Jabar ada kawasan industri berbasis telekomunikasi," kata Boris Syaifullah di sela HUT ke-3 PT Borsya Cipta Communica di kawasan Biz Park, Kopo, Bandung, Sabtu (17/11/2018)

Menurut  Boris Syaifullah  yang juga CEO PT Borsya Cipta Communica, Indonesia belum memiliki kawasan industri telekomunikasi padahal peluang untuk mengisi produk ini sangat besar.

Boris menyebut bahwa peluangnya sampai 40 tahun kedepan masih ada. PT Borsya Cipta Communica sendiri, kata dia, setidaknya telah memulai menjadi cikal bakal lahirnya industri telekomunikasi di Jabar.

Ayah Khabib Nurmagomedov Sebut Anaknya Siap Duel Ulang Lawan Conor McGregor, Asal di Ring Tinju

Batu-batu Candi Bojongmenje Masih Tetap Tercecer di Antara Bisingnya Deru Mesin Industri

Istri Supardi Nasir Curhat di Instagram, Setelah Heboh Suaminya Dituduh Terlibat Pengaturan Skor

Selama ini pihaknya  sudah menjalin komunikasi dengan pengusaha Oman dan China untuk merealisasikan rencana tersebut. Boris menyayangkan karena selama ini masih banyak produk telekomunikasi di Indonesia masih harus impor dari luar.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved