Dedi Mulyadi Usulkan Pemecatan PNS Anti Pancasila

Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait data Kemendagri yang menyebut 19,4% PNS anti Pancasila.

Dedi Mulyadi Usulkan Pemecatan PNS Anti Pancasila
ISTIMEWA
Ketua Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui di kantornya, area Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata, Purwakarta, Senin (19/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait data Kemendagri yang menyebut 19,4% PNS anti Pancasila.

Menurut dia, sebaiknya personalia pegawai yang termasuk ke dalam data tersebut agar dipecat dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu disampaikan Kang Dedi, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantornya, area Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata, Purwakarta, Senin (19/11/2018).

“Menolak Pancasila itu tidak boleh menjadi PNS. Saya kira, pemerintah harus memberhentikan siapapun pegawai yang tidak setia terhadap Pancasila dan UUD 1945. Ingat loh, PNS itu terkait erat dengan sumpah jabatan,” katanya.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat tersebut menyerukan revitalisasi ideologi Pancasila di kalangan pegawai.

Hal ini sekaligus menjadi penegas bahwa ASN bukan sekedar pegawai akan tetapi penjaga ideologi kebangsaan.

Ciri dan mental ideologi Pancasila, kata dia, harus melekat dalam diri mereka.

“Kemendagri bisa bekerja sama dengan TNI, POLRI atau lembaga independen. Ada revitalisasi Pancasila dalam diri pegawai yang bukan saja harus muncul. Tetapi, mereka itu agen penyebar ideologi harusnya, bukan malah menolak Pancasila,” ujarnya.

Kemendagri sendiri dalam hal ini berpegang pada data lembaga survei Alvara.

19 Persen PNS AntiPancasila, Eks Anggota DPR: tapi Cari Makan dari Negara yang Berideologi Pancasila

Ada 19,4 Persen ASN yang Menolak Ideologi Pancasila, Dedi Mulyadi Sarankan Lakukan Perombakan

Jokowi Kembali Ungguli Survei, Dedi Mulyadi Minta Timses Hentikan Lapor-melapor

Halaman
12
Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved