Anak Mengamuk dan Melemparkan Mainannya? Jangan Marah Dulu, Ketahui Penyebabnya

Sehingga Saskhya mengingatkan agar orangtua memperhatikan mainan si anak dan memberikan mainan yang sesuai dengan umur anak.

Anak Mengamuk dan Melemparkan Mainannya? Jangan Marah Dulu, Ketahui Penyebabnya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
MENYUSUN LEGO - Sejumlah anak bermain menyusun lego yang disediakan salah satu stan pada acara Toys & Kids Expo 2016 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (13/3/2016). Pameran yang berlangsung selama dua hari ini memamerkan mainan dan perlengkapan anak, serta menggelar berbagai kompetisi dan fashion show anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA — Kalau anak marah ketika sedang bermain dan melempar-lempar mainan jangan langsung mencap mereka sebagai anak nakal

Psikolog Anak, Saskhya Aulia Prima menjelaskan kemarahan si anak bisa jadi karena si kecil sudah bosan dengan mainannya sehingga ia meluapkan emosinya dengan melempar mainannya.

Biasanya si anak sudah bosan karena ia merasa mainannya tidak memiliki tantangan alias kegampangan.

“Gampangnya, kita lihatnya malah beranggapan dia nakal karena mainan dilempar. Padahal itu karena dia udah bosan,” ungkap Saskhya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2018) lalu.

Mainan memang merupakan stimulus yang paling dekat dengan anak selain orangtua.

Sehingga Saskhya mengingatkan agar orangtua memperhatikan mainan si anak dan memberikan mainan yang sesuai dengan umur anak.

Saskhya pun menjelaskan efeknya kalau anak umur delapan tahun diberikan mainan untuk anak usia dibawahnya fungsinya hanya sebagai mainan saja tapi tidak membantu perkembangan anak.

“Usia menggambarkan kemampuan apa yang anak punya, kalau anaknya udah umur delapan tahun yang dia mainin mainan anak umur tiga tahun, ya gak akan nambah apa-apa,” kata Saskhya.

Nah sebaliknya jika anak umur tiga tahun diberikan mainan untuk anak umur delapan tahun bisa menggangu psikologi anak, anak bisa menjadi stres karena ia kesulitan memainkannya.

“Sesuatu yang berlebihan dan kekurangan itu hasilnya tidak baik efek psikologi anak bisa stres,” papar Saskhya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved