Dicurhati Warga Soal PHK, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Cepat Bertindak

ekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno berdialog bersama warga kawasan Cibeber Kabupaten Cianjur

Dicurhati Warga Soal PHK, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Cepat Bertindak
Istimewa
Sekjen PAN Eddy Soeparno dari PAN berdiskusi bersama Pengurus Mesjid Jami' Lebaksiuh Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno berdialog bersama warga kawasan Cibeber Kabupaten Cianjur. Kang Eddy, menyerap aspirasi terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) warga di kawasan tersebut.

"Masyarakat tentunya khawatir dengan PHK yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terus terjadi," tutur Eddy, Sabtu (17/11/2018).

Dari perbincangannya dengan para penduduk, lanjut Kang Eddy, di tengah kesulitan lapangan pekerjaan seharusnya perusahaan-perusahaan berpihak kepada para pekerja untuk tidak melakukan PHK.

"Seharusnya perusahaan-perusahaan menunjukan keberpihakan kepada masyarakat jangan justru malah menambah angka pengangguran," lanjutnya.

Ia menambahkan, pemerintah kurang tegas atas permasalahan ini sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan dengan adanya ribuan warga menjadi korban.

"Pemerintah juga harus bertindak cepat dalam mengatasi permasalahan ini, jangan hanya menyaksikan saja sementara masyarakat di bawah menjadi kesusahan," tambahnya.

Ini Alasan Persib Bandung Tak Bawa Supardi Nasir dan Adri Idrus untuk Lawan PSIS Semarang

Berdasarkan hal tersebut, sebagai calon Anggota DPR RI Dapil Jabar III , Kang Eddy berkomitmen akan menekan angka PHK menjadi sekecil mungkin agar turut menstabilkan perekonomian dan kesjahteraan masyarakat.

"Ini tentunya menjadi salah satu hal yang harus kita perjuangkan, kita harus menekan agar PHK tidak dilakukan oleh perusahaan-perusahan," pungkas Eddy Soeparno.

Sebelumnya, seorang warga Lebaksiuh bernama Yus Ruslan (44) mengeluhkan masih banyaknya masyarakat, khususnya Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor yang menjadi korban PHK.

Ia mengatakan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat belum terlihat jelas dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Indie Yo Bandung, Komunitas Penggemar Permainan Yoyo yang Anggotanya Sempat Ikut Lomba Internasional

"Pemerintah belum memperlihatkan keberpihakan terhadap permasalahan tersebut sementara masyarakat ingin wakil rakyat yg dipilih memperjuangkan nasib mereka," singkat Yus.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar per Agustus 2017 terdapat sekira 30.000 buruh yang terkena PHK. Sedangkan per Juli 2018, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang menyatakan PHK sudah mencapai angka 11.000.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved