Ini Modus Operandi Kasus Korupsi Bansos dan Hibah Pemkab Tasikmalaya, Dipotong Setelah Dicairkan

Dana bansos dan hibah sendiri ditransfer secara langsung ke rekening, namun, setelah dicairkan, ada potongan terhadap 21 yayasan penerima hibah.

Ini Modus Operandi Kasus Korupsi Bansos dan Hibah Pemkab Tasikmalaya, Dipotong Setelah Dicairkan
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Sembilan tersangka yakni Abdulkodir selaku Sekda Pemkab Tasikmalaya, Maman Jamaludin selaku Kabag Kesra, Ade Ruswandi selaku Sekretaris DPKAD, Endin selaku Irban Inspektorat, Alam Rahadian dan Eka Ariansyah selaku staf Bagian Kesra serta tiga orang dari unsur swasta. Yakni Lia Sri Mulyani, Mulyana dan Setiawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tasikmalaya Abdul Kodir berperan penting dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana bansos dan hibah Pemkab Tasikmalaya dari APBD Tasikmalaya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Nugraha menjelaskan, pada APBD Pemkab Tasikmalaya 2017, pemerintah menganggarkan dana hibah untuk organisasi kemasyarakatan namun bermasalah pada 21 penerima, yakni yayasan berbadan hukum.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan sembilan tersangka.


Yakni Sekda Pemkab Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, dua warga sipil Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan.

"Tersangka A‎K, Mj dan E meminta tersangka Arm dan Ea unuk mencarikan dana dari yayasan penerima hibah. Kemudian tersangka Arm dan Ea menyuruh tersangka LSM untuk mencarikan yayasan penerima dana hibah. Lalu, tersangka LSM menyuruh tersangka M untuk mencari yayasan penerima dana hubah. Setelah itu, tersangka M menyuruh tersangka S untuk mencari yayasan dan membuatkan proposal pengajuan serta memotong dana hibah yang sudah cair," kata Kapolda di Mapolda Jabar, Jumat (16/11).

HS Akhirnya Akui Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Linggis yang Dipakai untuk Membunuh Dibuang di Kali

Dana bansos dan hibah sendiri ditransfer secara langsung ke rekening penerima dana. Namun, setelah dicairkan, tersangka S melakukan pemotongan terhadap 21 yayasan penerima hibah.

"Pemotongan sebesar 10 persen ‎dari total anggaran yang diterima atau hanya mendapat sekitar Rp 395 juta (dari total Rp 3,9 miliar)," ujarnya.

Sementara itu, para tersangka ditahan sejak Kamis (16/11). Dalam press conference di Mapolda Jabar, sembilan tersangka, termasuk sekda, sudah memakai baju tahanan Polda Jabar‎.

Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Nomor : 700/1129/Inspektorat, tanggal 28 September 2018 dengan hasil bahwa dalam program belanja dana hibah untuk 21 yayasan dan lembaga keagamaan yang bersumber dari dana APBD TA. 2017 terdapat kerugian negara sebesar Rp. 3.900.000.000.

Melalui Wayang Golek, Warga Cianjur Diajak untuk Ikut Program JKN KIS

Jonathan Bauman Kemungkinan Masuk Daftar Pemain Persib yang Diboyong Mario Gomez ke Magelang

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved