Ketua Kompepar Jangari Waduk Cirata Dapat Surat Peringatan, Hamdan : Kenapa Cuma Saya, Ada Apa Ini

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Tirta Jangari yang sempat menjadi koordinator aksi kolam jaring apung, H Hamdan

Ketua Kompepar Jangari Waduk Cirata Dapat Surat Peringatan, Hamdan : Kenapa Cuma Saya, Ada Apa Ini
tribunjabar/ferri amiril mukminin
H Hamdan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Tirta Jangari yang sempat menjadi koordinator aksi kolam jaring apung, H Hamdan, mendapat surat peringatan dari Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) untuk menghentikan operasional wisata ATV di lahan BPWC.

Dalam surat yang ia terima Kamis (15/11/2018), pihak BPWC akan menutup paksa area wisata Motor ATV jika H Hamdan tak menggubris surat tersebut.

"Saya bingung kenapa hanya saya yang dikirim surat, apakah ini karena saya menjadi koordinator aksi petani ke dewan kemarin?" kata Hamdan, di Jangari.

Hamdan mengatakan, sebagai ketua Kompepar ia tergerak untuk menciptakan area wisata baru di Jangari. Makanya ia menciptakan area ATV untuk pengunjung. Namun saat ini upaya untuk mendatangkan pengunjung seakan tak didukung.

"Banyak yang usaha di lahan BPWC bukan hanya saya tapi ada dua RT yang membangun tempat usaha di sini, kenapa hanya saya, ada apa ini?" katanya.

Menurutnya, kalau surat tersebut ditujukan untuk semua orang yang mempunyai usaha di lahan BPWC ia bisa mengerti. Tapi surat yang ia terima khusus ditujukan kepada dirinya.

Pejabat Teras Pemkab Tasikmalaya Bakal Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Bansos

"Saat membangun tempat wisata ATV saya juga atas sepengetahuan BPWC, saya tak membangun permanen, hanya saung saung saja," kata Hamdan.

Hamdan mengatakan, untuk trek ATV ia juga membayar iuran kepada HGU PT Trisakti.

"Baiknya hal ini disosialisasikan dulu kenapa hanya saya pribadi yang dikirimi surat, kalau untuk umum semua ditertibkan saya tak keberatan," katanya.

Hamdan mengatakan, surat tersebut diantarkan langsung oleh seseorang ke rumahnya pada pagi hari. Ia pun telah memberitahu rekannya di Kompepar Tirta Jangari.


Ia mengatakan, pembangunan wisata ATV terhitung baru, padahal yang lain sudah banyak yang membangun tempat usaha sejak tahun 2000.

"Banyak yang membangun rumah makan permanen di sini, saya hanya membangun saung untuk tempat ATV tersebut," katanya.

Ia mengatakan, sudah mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak provinsi. Hal itu ia lakukan untuk mempertanyakan kenapa lahan wisata yang ia kelola yang akan ditutup oleh BPWC

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved