Sekretariat Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap di Desa Culamega Ramai oleh Relawan

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan logistik ke Kampung Cikondang, Desa Bojongsari, Culamega, Tasikmalaya.

Sekretariat Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap di Desa Culamega Ramai oleh Relawan
Istimewa
Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap (LTM-ACT) di Desa Culamega, Tasikmalaya 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Pelataran Sekretariat Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap (LTM-ACT) di Desa Culamega, Tasikmalaya, telah ramai oleh relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Mereka dengan sigap memenuhi bak pickup dengan berbagai barang untuk korban banjir di Tasikmalaya. Ahad (11/11), Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan logistik ke Kampung Cikondang, Desa Bojongsari, Culamega, Tasikmalaya.

Setelah bak mobil dobel kabin itu terisi penuh, tim segera bergegas beranjak menuju Cikondang. Pagi itu cerah, tak ada awan hitam sama sekali yang menggumpal di atas tanah Tasikmalaya bagian selatan itu.

Hijaunya pohon di seluruh wilayah Culamega menjadi penyejuk mata, mengurangi teriknya matahari.Butuh waktu lebih kurang satu jam perjalanan untuk sampai di kampung paling ujung di Bojongsari itu.

Mode 4 WD digunakan saat tanjakan curam. Jika tidak, bisa saja mobil tak kuat menanjak. Jalur sepanjang perjalanan berupa jurang yang di bawahnya ada sungai beraliran deras, juga tebing yang di beberapa titiknya mengalami longsor.

BPBD Jabar Dapat Tambahan Dana Rp 750 Juta untuk Logistik dan Bantuan Bencana

Pesawat Lion Air yang Membawa Suami Nina Zatulini Terbang Miring, Ternyata Ada Kerusakan

Sekretariat Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap (LTM-ACT) di Desa Culamega, Tasikmalaya
Sekretariat Lumbung Ternak Masyarakat-Aksi Cepat Tanggap (LTM-ACT) di Desa Culamega, Tasikmalaya (Istimewa)

Perjalanan terhambat, kendaraan roda empat tak bisa masuk sampai ke titik pengungsian Kampung Cikondang. Perjalanan perlu ditempuh dengan dua unit motor beroda khusus, warga di sana biasa memodifikasinya dengan rantai.

Tak lama, sisi kiri, kanan, dan belakang motor diberi palang kayu, layaknya tempat duduk tapi bukan untuk mengangkut manusia, tapi logistik bantuan untuk pengungsi di Cikondang.

Dengan perhitungan keseimbangan, barang diletakkan di tempat yang telah disediakan di atas motor. Beras, air mineral, dan logistik lainnya disusun rapi agar tak mengganggu selama perjalanan.

Persiapan itu memakan waktu 30 menit, sebelum motor siap jalan. Suara knalpot khas motor RX-King terdengar garang. Kepulan asap putih mengepul saat motor perlahan berjalan.

Suaranya makin kencang, terlebih ketika mengambil ancang-ancang ditanamkan. Tim ACT turut mengawal motor yang membawa logistik itu untuk alasan keselamatan. Hal tersebut mengingat medan yang berat serta cuaca yang semakin lama tidak bersahabat.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved