Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasik, Sayangkan Taman Alun-alun Manonjaya Dibongkar

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyayangkan pembongkaran Taman Alun-alun Manonjaya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasik, Sayangkan Taman Alun-alun Manonjaya Dibongkar
Tribun Jabar/Isep Heri
Taman Alun-alun Manonjaya yang baru selesai pembangunan tahap awal kembali dibongkar, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyayangkan pembongkaran Taman Alun-alun Manonjaya.

Asep Zulfikri selaku Ketua Komisi III, mengatakan, pembongkaran terhadap taman yang baru selesai tahap pertama tersebut menjadi kerugian bagi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

"Sebenarnya itu kan sudah masuk perencanaan. Kalau memang harus dihentikan, itu menjadi kerugian pemerintah. Anggaran sudah keluar kemudian pondasi sudah jadi, kan sayang," kata Asep Zulfikri saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, jika memang pembangunan tidak dikehendaki masyarakat kenapa tidak dari awal dibatalkan.

Mengenai hal ini, DPRD akan memfasilitasi masyarakat dan dinas terkait sehingga ada solusi dan tidak mengganggu pembangunan yang direncanakan.

Asep menyarankan, pemerintah melalui dinas terkait melakukan pendekatan secara langsung dengan masyarakat.

"Sosialisasikan dahulu, akomodir keinginan masyarakat. Karena bicara proyek pembangunan itu riskan," kata dia.

Diprotes Warga, Taman Alun-alun Manonjaya Dibongkar

FEATURE: Berkunjung ke Masjid Tertua di Manonjaya Tasikmalaya

Wanita Muda Kaya Asal Inggris Ini Buka Pendaftaran untuk Mencari Pacar dan Berhadiah Rp 1 Miliar

Sebelumnya, Taman Alun-alun Manonjaya yang baru selesai pembangunan tahap awal kembali dibongkar, Rabu (14/11/2018) Siang.

Pembangunan taman yang baru setengah jadi berupa pondasi dan pedestrian yang di tengah-tengahnya direncanakan terdapat air mancur, digaruk alat berat dan diratakan dengan tanah.

Proyek taman yang dimulai sejak tahun 2017 dan telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 juta tersebut sempat mangkrak dan akhirnya dibongkar karena kerap di protes warga.

Masyarakat menilai pembangunan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Penataan Ruang Kabupaten Tasikmalaya tersebut telah merubah fungsi dan menghilangkan nilai historis alun-alun yang menjadi kebanggan masyarakat setempat.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved