Ini Solusi Jitu Dedi Mulyadi Tangani Korban PHK Pabrik Garmen di Purwakarta

Ketua Dewan Penasihat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Dedi Mulyadi memiliki solusi untuk korban PHK pabrik garmen di Purwakarta

Ini Solusi Jitu Dedi Mulyadi Tangani Korban PHK Pabrik Garmen di Purwakarta
istimewa
Dedi Mulyadi dengan buruh korban PHK 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Dedi Mulyadi memiliki solusi untuk korban PHK pabrik garmen di Purwakarta. Ribuan buruh dari PT Il Jin Sun dan PT Dada Indonesia yang kini menganggur segera diarahkan masuk Program Keluarga Harapan.

Program tersebut merupakan bagian dari langkah Departemen Sosial RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kapasitas Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat akan digunakan untuk menjalin komunikasi dengan departemen tersebut.

“Kita segera berkomunikasi dengan pihak terkait agar para buruh ini masuk PKH. Mereka nanti menerima berbagai bantuan untuk peningkatan kesejahteraan,” kata Dedi Mulyadi di sela audiensi bersama para buruh di Gedung Yudhistira, Jalan Gandanegara No 25, Purwakarta, Rabu (14/10/2018).

Menurut Dedi Mulyadi, PHK dari perusahaan tidak boleh membuat roda kehidupan mereka terhenti. Dia berpandangan harus ada pendampingan dari stakeholder pemegang kebijakan. Hal ini penting karena PHK akan melahirkan masalah sosial baru yakni pengangguran.

“Hidup mereka gak boleh berhenti sampai di sini. Saya kira ini hanya soal proses saja. Ke depan, kita dorong agar kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Moctails Strawberry Virgin Mojito, Total Segar ala Platform 78 Cafe

Anak-anak para buruh itu, menurut Dedi, juga akan mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah daerah setempat. Biaya sekolah sampai pendidikan menengah atas akan ditanggung.

Dedi Mulyadi menjawab pertanyaan wartawan
Dedi Mulyadi menjawab pertanyaan wartawan (istimewa)

“Beban hidup mereka kan harus kita pikirkan juga. Ini tidak boleh menjadi batu sandungan bagi mereka. Artinya, negara harus hadir untuk menekan biaya hidup sehari-hari. Misalnya, ada beasiswa pendidikan sampai sekolah tingkat menengah,” ucapnya.


Masuk Kawasan Industri Baru

Selain itu, keterampilan kerja yang dimiliki mantan buruh tersebut harus kembali disalurkan ke dunia industri atau wirausaha mandiri. Partai Golkar Jawa Barat, kata Dedi, berada di garda terdepan untuk mewujudkan ikhtiar tersebut.

“Ini butuh dorongan lagi. Parlemen harus bicara dan membantu menyediakan akses bagi para buruh untuk mendapatkan mesin jahit. Bisa juga nanti di salurkan ke kawasan industri baru,” katanya.

Menurut Dedi, tidak kurang dari 100 pabrik akan dibangun pada awal 2019. Menurut informasi, pabrik tersebut akan memulai operasionalnya pada tahun 2020. Artinya, para buruh yang tidak berhasil meraih kesejahteraan di program PKH akan disalurkan melalui kanal industri baru.

“Kita lakukan pemantauan terhadap program PKH-nya. Kalau tidak berhasil, ada kawasan industri baru yang akan dibuka. Jadi, teman-teman buruh akan kita salurkan ke kawasan itu,” katanya.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved