Berawal dari Khayalan, Dodi Setiadi 'Sulap' Bibit Kelapa Jadi Bonsai, Raup Keuntungan Jutaan Rupiah

Bibit kelapa yang didapatkan dari sejumlah kota ini, Dodi Setiadi sulap menjadi tanaman kerdil atau bonsai lalu dihargai hingga puluhan juta rupiah.

Berawal dari Khayalan, Dodi Setiadi 'Sulap' Bibit Kelapa Jadi Bonsai, Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Dodi Setiadi (40), warga Dusun Cisempur, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (12/11/2018). Ia membudidayakan bonsai kelapa. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Sebagian orang mungkin menilai bibit kelapa tidak punya nilai ekonomis tinggi.

Anggapan tak berlaku bagi Dodi Setiadi (40), warga Dusun Cisempur, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Bibit kelapa yang didapatkan dari sejumlah kota ini, Dodi Setiadi sulap menjadi tanaman kerdil atau bonsai lalu dihargai hingga puluhan juta rupiah.

Alasannya memanfaatkan tanaman kelapa menjadi bonsai karena tanaman kelapa mudah didapatkan dan perawatannya tidak begitu rumit dibandingkan bonsai tanaman lainnya.

"Bonsai kelapa bisa tumbuh dalam waktu enam bulan saja, tanaman lain bisa bertahun tahun-tahun," kata Dodi Setiadi di kediamannya di Dusun Cisempur, Senin (12/11/2018).

Kisah Warga Kurdi Irak Gara-gara Cewek di Bandung, jadi Tukang Cukur hingga Dituntut 7 Bulan Penjara

Tiga Tujuan Wisata di Jawa Barat Ini Diklaim Bisa Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Dalam satu tahun terakhir menekuni dunia bonsaiDodi Setiadi mengaku mampu meraup keuntungan hingga belasan juta rupiah. Tanamannya dijual kepada para pencinta bonsai Indonesia.

Bonsai kelapa yang paling diminati para pencinta bonsai di antaranya adalah bonsai kelapa jenis gading, oranye, merah, dan hijau.

"Respons dari teman-teman komunitas sangat baik. Saya menjual mulai dari Rp 100 ribu sampai puluhan juta," kata Dodi.

Soal pemasaran, ia memanfaatkan sejumlah forum pencinta bonsai Indonesia yang ada di media sosial facebook.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved