Benarkah Air Rebusan Pembalut Bikin Mabuk? Begini Menurut Ahli

Diduga bahan yang terkandung pada pembalutlah yang menyebabkan remaja-remaja itu "ngefly".

Benarkah Air Rebusan Pembalut Bikin Mabuk? Begini Menurut Ahli
via Cewekbanget.id
Ilustrasi pembalut 

TRIBUNJABAR.ID - Baru-baru ini marak kabar beberapa remaja dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang didapati tengah mabuk dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan pembalut bekas.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasionla Provinsi (BNNP) Jateng AKBP Suprinarto menyampaikan, rentang usia remaja yang menggunakan pembalut bekas mulai dari 13 tahun hingga 16 tahun, bahkan ada yang berasal dari luar Kudus.

Hal ini merupakan kasus yang tidak biasa karena menurut dr Andon Hestiantoro, SpOG(k), dari Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSCM, hasil keluaran menstruasi yang menempel pada pembalut sejatinya tidak memabukkan.

Ia mengatakan, darah menstruasi mengandung serpihan lapisan lendir rahim, protein, sel darah merah, dan sel darah putih yang akan segera rusak dan hancur setelah terkena suhu yang tinggi saat direbus. 

Stan Lee, Pendiri Marvel Comics Meninggal Dunia, Penyebab Kematiannya Belum Diketahui

Bikin Stiker WhatsApp Sendiri di Hp Biar Chatting Lebih Seru, Bisa Pakai Gambar dan Foto Apa Saja

"Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa darah menstruasi tidak mengandung materi yang dapat menimbulkan efek mabuk atau keracunan," ujarnya saat dihubungi melalui surat elektronik pada Senin (12/11/2018).

Ia mencurigai bahwa justru bahan yang terkandung pada pembalutlah yang menyebabkan remaja-remaja itu "ngefly".

Setidaknya, ada lima bahan yang terkandung pada pembalut, yaitu serat polyethylene, serat kayu selulosa atau gel, lem karet atau plastik, dan kertas.

Namun, Andon mencurigai bahwa serat polyethylene-lah yang berperan menyebabkan mabuk.

"Serat polyethylene merupakan serat sintetik yang juga digunakan untuk membuat bahan kain atau baju. Polyethylene dan polypropylene ini merupakan produk sintetik polimer yang terbuat dari sodium-bikarbonat (NaHCO3) dengan proses fermentasi. Varian lainnya adalah ethylene glycol," kata Andon.

"Materi-materi ini juga dapat dijumpai pada produk perekat, cat, minyak pelumas, dan sebagainya. Materi tersebut jika dipanaskan atau dilarutkan akan memiliki sifat yang dapat memabukkan dan menurunkan kesadaran," lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Indan Kurnia Efendi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved