Tim Penyidik Kejati Jabar Geledah Kantor PUPR Kabupaten Tasimalaya, Bawa 2 koper dan 4 Tas

Tim Penyidik Kejati Jabar menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasimalaya

Tim Penyidik Kejati Jabar Geledah Kantor PUPR Kabupaten Tasimalaya, Bawa 2 koper dan 4 Tas
Tribun Jabar/Isep Heri
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya di Jalan, Senin (12/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat IKejati Jabar) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya di Jalan, Senin (12/11/2018) siang.

Penggeledahan yang berlangsung mulai sekitar pukul 09.00 hingga 14.50 WIB tersebut dilakukan oleh tujuh petugas yang didampingi oleh kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Dari hasil penggeledahan terhadap kantor yang berlokasi di Jalan Mangunreja tersebut terlihat petugas mengamankan sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam dua buah koper dan empat tas yang langsung dimasukkan ke dua mobil.

Kasi Penyidikan Kejati Jawa Barat, Yanwar Rheza, menjelaskan penggeledahan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalan dan jembatan Cisinga (Ciawi-Singaparna) tahun anggaran 2017 senilai Rp  25 miliar.

"Berdasarkan hasil penyidikan, mereka melakukan mark up dan disubkontrakan pekerjaannya. Nanti akan kami coba gali lagi terhadapa dugaan-dugaan yang selama ini sudah kami dapatkan," kata Yanwar Rheza.

Diduga Memuat BBM Ilegal, 2 Kapal Diamankan Bakamla di Perairan Teluk Jakarta

Dua Tersangka Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Purwakarta Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung

Diakuinya, pemeriksaan terhadap proyek Cisinga berawal dari laporan masyarakat pada awal bulan Oktober 2018.

"Setelah ada laporan, kami langsung terjun ke lapangan. Kami sudah melakukan pengecekan dengan tenaga ahli. jadi kami mendapatkan ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pengerjaannya, ada beberapa kerusakan yang sudah terjadi padahal kondisi jalan atau jembatan itu baru," ujar Yanwar Rezha kepada awak media.

Sejauh ini, pihak Kejati sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dinas PUPR dan tiga orang rekanan dalam proyek pembuatan jalur penghubung Ciawi dan Singaparna tersebut.

"Selain di sini, kami melakukan pemeriksaan di Kota Tasikmalaya, yakni kantor rekanan dan rumah rekanan. Tiga rekanan sudah kami periksa, di antaranya ER, I, dan D, dan untuk dari pemkab sejumlah pejabat PUPR," kata Yanwar Rheza.

Tim Penyidik Kejati Jabar melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya di Jalan, Senin (12/11/2018) siang.
Tim Penyidik Kejati Jabar melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya di Jalan, Senin (12/11/2018) siang. (Tribun Jabar/Isep Heri)
Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved