Dua Tersangka Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Purwakarta Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung

Muhammad Rifai dan Hasan Umar Sumadi, kedua tersangka kasus dugaan mark up perjalanan dinas DPRD Purwakarta tahun 2016

Dua Tersangka Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Purwakarta Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung
tribunjabar/haryanto
Kedua tersangka kasus korupsi dana perjalanan dinas DPRD Purwakarta digiring ke mobil tahanan Kejari Purwakarta, Senin (12/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta mengirimkan berkas dua tersangka kasus dugaan korupsi di DPRD Purwakarta yakni Muhammad Rifai dan Hasan Umar Sumadi ke Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (12/11/2018) siang.

Kedua tersangka Muhammad Rifai dan Hasan Umar Sumadi, digiring ke mobil tahanan seusai diperiksa sejak pagi di kantor Kajari Purwakarta, Jalan Siliwangi, Nagri Kidul, Purwakarta.

Tertunduk lesu, Muhammad Rifai dan Hasan Umar Sumadi, kedua tersangka kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas DPRD Purwakarta tahun 2016  itu berjalan keluar gedung menggunakan kemeja putih celana hitam.

Kajari Purwakarta, Syahpuan mengatakan keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 Febuari 2018.

Muhammad Rifai saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dewan, sedangkan Hasan Umar Sumadi sebagai Kasubag keuangan di PPTK di DPRD Purwakarta.

"Kuncinya di kedua orang ini. Kaduanya bertanggung jawab mengelola anggaran yaitu Sekwan dengan PPTK-nya Kasubag Keuangan," kata Syahpuan saat ditemui usai kedua tersangka dibawa ke Bandung.

Maia Estianty dan Irwan Mussry Punya 3 Kesamaan, Coba Bandingkan dengan Ahmad Dhani

Saat ditanya mengenai kelanjutan perkara perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Purwakarta, Kajari mengaku tidak dapat memberikan komentar terlalu jauh.

Ia menyebut kelanjutan kasus, termasuk adanya tersangka lain bergantung pada kedua tersangka saat nanti dilakukan persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Sebab, di pihaknya kasus kedua tersangka itu telah resmi dilimpahkan dan dinyatakan berkasnya selesai atau P21.


"Ya itu bagaimana fakta persidangan nanti, apakah keduanya akan berbicara atau enggak, kunci (kelanjutannya) ada di mereka," ujarnya.

Syahpuan menjelaskan bahwa perkara ini mengenai perjalanan fiktif dan bimtek anggota dewan dengan kerugian total hasil audit Rp 2,4 miliar.

Muhammad Rifai dan Hasan Umar Sumadi ditetapkan sebagai tersangka sebab dianggap memiliki tanggung jawab mengenai anggaran.

"Untuk sementara ini dua orang ini yang berangkat (di tahan)," kata Syahpuan.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved