Masjid Kuno Gamel

Mengunjungi Masjid Kuno Gamel yang Dibangun di Abad Delapan Masehi, Terasa Sejuk dan Tenteram

Jika Anda ke Cirebon, tidak ada salahnya mengunjung Masjid Kuno Gamel yang dibangun di abad delapan Masehi

Mengunjungi Masjid Kuno Gamel yang Dibangun di Abad Delapan Masehi, Terasa Sejuk dan Tenteram
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Masjid Kuno Gamel, Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang berdiri sejak abad delapan Masehi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kayu berwarna cokelat pekat berdiri kokoh di dalam Masjid Kuno Gamel, Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Terdapat 16 kayu penyangga dan empat kayu tiang persegi yang berdiri kokoh di bangunan utama masjid.

Langit-langitnya hanya langsung menggunakan kayu dan genting saja.

Luas bangunan utama masjid sekitar 106 meter persegi, sedangkan luas bangunan sebelah kanan dan kiri masjid sekitar 60 meter persegi.

Sebelum menuju ruangan utama masjid, ada ruangan depan yang luasnya sekitar 250 meter persegi.

"Masjid ini berdiri pada abad ke delapan masehi atau ke-111 H, sedangkan Desa Gamel saja berdiri sekitar abad ke-15. Konon masjid ini juga lebih tua dari Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kanoman," ujar juru kunci Masjid Kuno Gamel, Munija (56), saat ditemui di Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (11/11/2018).

Masjid Kuno Gamel, Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang berdiri sejak abad delapan masehi.
Masjid Kuno Gamel, Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang berdiri sejak abad delapan masehi. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Saat memasuki ruangan utama masjid yang masih utuh rasanya sangat sejuk dan tenteram.

Di dalamnya begitu sederhana dan tak tampak tambahan bangunan baru.

Saat Salat Zuhur tiba, para jamaah laki-laki dan peremupuan salat di bangunan utama masjid tersebut.

Semuanya terasa tenang dan sunyi. Bahkan, ruangan itu tampak bersih tak ada debu.

Muslimapp, Aplikasi untuk Menunjang Ibadah Harian Umat Muslim, Gratis Lho

Tak Hanya Ibadah Harian, Muslimapp Juga Sediakan Informasi Ibadah yang Bernilai Ekonomis

Tahun 1980, masjid tersebut terkenal dengan sebutan Masjid Nur Karomah dan Masjid Sir Budi Rasa, sedangkan oleh warga sekitar biasa disebut Masjid Kuno Gamel.

Masjid yang didominasi oleh warna hijau itu mengalami tiga kali pembangunan, yaitu abad ke 12, 14, dan 15 Masehi.

"Masjid ini dibangun oleh Syekh Gunung Jati. Dulu itu orang, kan, baru ada satu, ada dua, jadi pembangunannya bertahap," katanya.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved