Bupati Tak Kunjung Umumkan Sekda KBB, Pengamat Sebut Banyak Kepentingan Berbagai Pihak

Setelah batalnya pengumuman figur sekda KBB pada Jumat (9/11/2018), oleh Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna.

Bupati Tak Kunjung Umumkan Sekda KBB, Pengamat Sebut Banyak Kepentingan Berbagai Pihak
tribunjabar/nandri prilatama
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Siapa sosok Sekretaris Daerah Bandung Barat, masih tanda tanya besar. Setelah batalnya pengumuman figur sekda KBB pada Jumat (9/11/2018), oleh Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna. Hal tersebut membuat penasaran banyak pihak.

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Djamu Kertabudi, menilai seringnya bupati berjanji mengumumkan sosok sekda definitif, membuat ia terlihat galau dan plin-plan.

"Waktu pertama kan bupati sempat bicara setelah dia dilantik menjadi bupati pada 20 September dan janji akan umumkan Sekda pada 1 Oktober, tapi nyatanya tidak dilakukan. Dan terakhir usai Salat Subuh berjamaah Jumat (9/11/2018)," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (11/11/2018).

Djamu mengaku ia sempat mengingatkan Aa Umbara di media sosial terkait tarik ulurnya sosok sekda definitif, sebab itu justru akan membuat kondisi semakin rumit. Baginya, masalah ini menjadi ujian pertama Aa apakah memiliki keberanian atau tidak dalam menetapkan pejabat Sekda dari berbagai pengaruh dan tekanan.

Kerap Kebanjiran Warga Cigosol Baleendah Ingin Pindah tapi Tak Ada yang Mau Beli Rumah Mereka

"Saya lihat tarik ulurnya soal sekda ini adanya faktor "Spanning of Interest" atau tarik ulur kepentingan antarpihak. Jadi, keputusan apapun yang diambil menjadi berat, berbeda ketika penetapannya langsung diputuskan di awal," katanya.

Faktor lainnya, Djamu melihat karena munculnya surat terkait dari BKN mengenai kerjasama dengan KPK yang menjadi pertimbangan Bupati Aa Umbara.


Sementara pengamat lainnya dari Unjani, Arlan Siddha mengatakan tak kunjung diumumkannya sekda definitif sebab adanya kontraproduktif dengan jargon Bandung Barat Lumpat. Padahal, Arlan menilai jabatan sekda sangatlah strategis di dalam sebuah pemerintahan.

"Jadi, jika telat dalam pengambilan keputusan maka banyak pula program yang terhambat. Saya lihatnya Aa Umbara hati-hati dalam memutuskannya. Tapi jangan jadi bumerang. Belum lagi tidak menutup kemungkinan adanya tekanan politis dari partai pendukung," ujarnya.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved