Universitas Terbuka MoU dengan Sejumlah PTN/PTS Naungan LPTNU soal Pendidikan Secara Daring

Rektor UT, Prof Dr Ojat Darojat, M.Bus Ph.D mengatakan, ini merupakan jawaban dari amanah serta harapan yang sempat disampaikan Menristekdikti

Universitas Terbuka MoU dengan Sejumlah PTN/PTS Naungan LPTNU soal Pendidikan Secara Daring
Tribun Jabar/Cipta Permana
Rektor UT, Prof Dr Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D berfoto bersama dengan beberapa perwakilan pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan LPTNU seusai penandatanganan MoU di Aula Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung Nomor 9, Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam upaya menghadapi tantangan di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis daring saat ini, khususnya dalam dunia pendidikan tinggi, Univeritas Terbuka (UT) menggelar acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dengan 62 perguruan tinggi Nahdatul Ulama (NU) se-Jawa Barat.

Penandatangan MoU tersebut, dilakukan di Aula Kantor Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung Nomor 9, Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018).

Rektor UT, Prof Dr Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D mengatakan, kegiatan ini merupakan jawaban dari amanah serta harapan yang sempat disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Prof Dr Muhammad Nasir, Ak., Ph.D, untuk dapat meningkatkan jumlah angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia.

Dimana, APK pendidikan tinggi saat ini baru mencapai 31,5 persen. Jumlah tersebut, masih kalah jauh bila harus dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, maupun Korea yang memiliki rata-rata APK mencapai 40 persen.

Bila melihat data tersebut, maka terdapat sekira 68,5 persen para lulusan SMA/SMK sederajat yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan
Ke pendidikan tinggi.

"Oleh karena itu, Pak menteri berharap pada tahun 2022, APK pendidikan tinggi kita bisa meningkat, menjadi 40 persen," ujarnya saat di sela kegiatan.

Ojat menuturkan, guna menjawab masalah tersebut, maka tidak mungkin bisa dilaksanan dengan skema yang sedang berlansung saat ini. Dibutuhkan formulasi atau strategi baru untuk dapat merealisasikan harapan tersebut.

Salah satu instrumen yang paling penting adalah dengan cara memasifkan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, termasuk di dalamnya adalah pembelajaran dalam jaringan (daring).

"UT yang sudah berpengalaman selama 34 tahun dalam hal menyelenggarakan pembelajaran daring, sebagaimana amanah Menristekdikti, untuk dapat berbagi pengalaman dan menularkan ilmunya tersebut, kepada PTN/PTS lain di Indonesia. Agar mereka memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, termasuk pemberlajaran daring," ucapnya.

Pemprov Jabar Targetkan 3 Raperda Diluncurkan Akhir Tahun [VIDEO]

Kisah Kopassus Melegenda, Seorang Diri Lawan Ratusan Musuh, Padahal Sudah Dihantam Banyak Peluru

Disinggung terkait implementasi bentuk kerjasama antara UT dan 62 perguruan tinggi binaan PWNU Jawa Barat tersebut, Ojat menjelaskan, pihaknya akan memberikan kesempatan pelatihan dan pendampingan kepada para dosen di PTN/PTS NU tersebut, agar memiliki kapasitas untuk dapat mengembangkan bahan ajar mandiri dan terampil sebagai tutor dalam pembelajaran secara daring.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved