Pilpres 2019

Jokowi Minta Pendukungnya Jawab Isu Negatif dan Hoaks Tentang Kinerjanya di Masyarakat

Presiden RI Joko Widodo yang juga menjadi calon presiden pada Pilpres 2019, minta pendukungnya untuk menjawab berbagai isu negatif dan hoaks

Jokowi Minta Pendukungnya Jawab Isu Negatif dan Hoaks Tentang Kinerjanya di Masyarakat
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Presiden Jokowi menuntun sepeda ontel. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden RI Joko Widodo yang juga menjadi calon presiden pada Pilpres 2019, meminta para calon legislatif dari partai pengusungnya di Jawa Barat untuk menjawab berbagai isu negatif dan hoaks yang beredar mengenai dirinya dengan jawaban berupa fakta kepada masyarakat.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan sebagai petahana atau Presiden RI yang tengah menjabat, pastilah selalu mendapat sorotan, termasuk dihujani hoaks dan isu negatif mengenai dirinya dan kinerjanya.

"Petahana pasti disorot dan dicari kegagalannya, kekurangannya, pasti di manapun. Oleh sebab itu, kita harus pandai-pandai menjelaskan kepada rakyat apa yang sudah kita lakukan. Keberhasilan apa yang oleh pemerintah raih. Tanggapi isu hoaks dan fitnah di Jabar yang akhir-akhir ini mulai menajam. Ini harus diberi counter baik-baik," kata Jokowi dalam kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Tim Kampanye Daerah Jabar untuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, di Hotel Asrilia, Sabtu (10/11/2018).

Jokowi memberi contoh pihaknya selalu difitnah sebagai antek asing sejak empat tahun lalu.

Untuk menjawabnya, para pendukung dan relawannya cukup menjabarkan fakta bahwa pengelolaan Blok Mahakam dan Blok Rokan yang awalnya dikuasai Jepang dan Amerika Serikat, kini 100 persen jadi milik Indonesia melalui Pertamina.

Saham Indonesia di Freeport di Papua pun dari awalnya hanya 9 persen menjadi 51 persen.

"Freeport puluhan tahun dipegang Amerika. Selalu setiap perpanjangan, kita dapat cuma 9 persen. Kita minta mayoritas, tahun ini agreement 51 persen secara hukum, perjanjian, dan kesepakatan. Itu sangat sulit, mendapat tekanan dari mana-mana. Bukan hal mudah," katanya.

Jokowi mengatakan kemudian ia kerap disebut sebagai antek Cina dengan alasan kini terdapat 10 juta pekerja asal Cina di Indonesia.

Resmi, Operasi SAR Pesawat Lion Air dari Basarnas Pusat Dihentikan

LIVE: Pertandingan Persebaya vs PSM Makassar, Lengkap dengan Link Streaming, Tonton Lewat HP

Indahnya Air Terjun dan Tebing di Objek Wisata Curug Batu Templek, Lokasinya Dekat dari Kota Bandung

Jokowi menjelaskan bahwa data 10 juta tersebut bukanlah data pekerja, melainkan jumlah wisatawan Cina ke Indonesia.

"Padahal dari 78 ribu tenaga asing total di Indonesia, dari Cina 24 ribu. TKI kita di Cina 80 ribu, di Hongkong 100 ribu, lainnya ratusan ribu. Kemudian di Uni Emirat Arab 80 persen pekerjanya adalah pekerja asing, Arab Saudi 33 persen adalah pekerja asing, Brunei 32 persen, Singapura 22 persen, dan di Indonesia 1 persen juga engga sampai," katanya.

Jokowi mengatakan sekarang pun isu yang menyatakan bahwa dirinya adalah PKI kembali ramai. Jokowi pun hanya meminta masyarakat bertanya kepada masjid-masjid di sekitar rumah dirinya, orang tuanya, dan keluarganya di Solo.

Mengenai isu kriminalisasi ulama yang ditujukan kepadanya, Jokowi meminta masyarakat berpikir kembali dan mengingat ulama mana yang dikriminalisasi. Sebab wakil Jokowi di Pilpres 2019 pun adalah ulama, yakni Ketua MUI. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved