Buron Kejati Jabar, Ditangkap di Kosan Mewah Ada Mobil CRV

Buron Kejati Jabar dalam kasus KUR BNI, Didi Supriadi, ditangkap di tempat kos mewah dan punya mobil CRV.

Buron Kejati Jabar, Ditangkap di Kosan Mewah Ada Mobil CRV
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Bos peternakan ayam asal Subang, Didi Supriadi (berjaket hitam) yang sempat buron selama dua tahun dan berhasil ditangkap di Surakarta, Jawa Tengah, saat tiba di depan Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Buron Kejati Jabar terkait korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI dengan kerugian negara mencapai Rp 12 miliar, Didi Supriadi masih hidup mewah selama dua tahun pelarianya.

Ia ditangkap di Surakarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejari Surakarta pada Kamis (8/11/2018).

"Dia ditangkap di kosan cukup elit di Surakarta. Dia mengaku baru tinggal dua minggu di sana. Saat ditangkap pukul 22.00, alhamdulillah tidak ada perlawanan," ujar Bambang‎ Saputra, Kasie Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Jabar‎‎, di Lapas Sukamiskin Bandung, Jumat (9/11/2018) malam.

Setibanya di Bandung, Didi langsung dijebloskan ke Lapas Sukamiskin. Ia kabur pada 2016 saat proses penyidikan dan diputus bersalah melakukan ti‎ndak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menguntungkan diri dan orang lain secara melawan hukum dan merugikan keuangan negara.

Dia dipidana penjara 8 tahun, denda Rp 200 juta dan uang diharuskan membayar pengganti Rp 12,305,510,632. Dia divonis secara in absentia atau diadili tanpa menghadirkan terdakwa. Saat ditangkap, kata Bambang, petugas juga membawa sejumlah barang bukti.

Bos Peternakan Ayam yang Buron dan Disergap di Surakarta Itu Langsung Dijebloskan ke Sukamiskin

Drama Kolosal Berakhir Duka di Surabaya, 3 Tewas

"Begini, jadi dia saat malam penangkapan mengendarai Honda CRV dan ada sepeda motor Vespa yang digunakan. Langsung dibawa ke Bandung. Kemudian dia menggunakan tiga ponsel," kata Aspidsus Kejati Jabar, Anwarudin Sulistiono pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, selama dua tahun kabur, Didi tidak tinggal di satu tempat. Di Surakarta pun, ia baru tinggal selama dua minggu.

"Dia buronan pasti ke mana-mana, enggak di satu tempat saja. Dan dia sendiri di Surakarta tanpa teman. Selama dua tahun dia ngapian saja belum ditanyakan," kata Anwarudin.

Terkait denda Rp 200 juta dan uang pengganti sebagaimana vonis hakim, ia mengatakan itu bagian dari tindak lanjut Kejati Jabar terhadap eksekusi pidana.

"Belum, ini, kan, baru ditangkap. Nanti kami penelusuran aset dia untuk pembayaran denda dan ganti rugi," ujar dia.

Terkait kenapa Didi bisa buron saat masa penyidikan, Anwarudin menambahkan saat itu, alamat Didi tidak diketahui. "Dicari alamatnya segala macam tidak ada, tapi perkaranya tetap lanjut secara in absentia," katanya.

Penangkapan ini berkat kerjasama dengan KPK. "Kami sinergi dengan KPK. Penangkapan ini oleh jajaran Kejari Surakarta dan KPK," kata Anwarudin.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved