Abdul Moeis, Mengkritik Hindia Belanda, Mendorong Didirikan ITB, Hingga Diasingkan ke Garut

Presiden Joko Widodo melakukan tabur bunga di makam Abdul Moeis saat upacara Hari Pahlawan di TMP Cikutra? Siapa Abdul Moeis?

Abdul Moeis, Mengkritik Hindia Belanda, Mendorong Didirikan ITB, Hingga Diasingkan ke Garut
Intisari/Moh Habib Asyhad
Abdul Moeis. 

TRIBUNJABAR. ID - Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Sabtu (10/11/2018).

Di tempat ini Jokowi sempat menaburkan bunga di beberapa makam pahlawan, termasuk di makam Abdul Moeis.

Siapakah Abdul Moeis?

Dulu orang Bandung sering membaca kata Abdul Moeis atau Abdul Muis di angkot-angkot yang berseliweran di jalan.

Jika ingin ke Alun-alun Bandung, naik saja angkot jurusan Abdul Muis yang berarti Terminal Kebon Kalapa.

Setidaknya ada lima trayek angkutan kota yang menuju ke Abdul Muis. Jalan Pungkur juga dikenal dengan nama Jalan Abdul Muis.

Kebon Kalapa: Angkutan kota (angkot) tampak melayani penumpang di Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, Senin (7/5/2018).
Kebon Kalapa: Angkutan kota (angkot) tampak melayani penumpang di Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, Senin (7/5/2018). (TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN)

Lahir di Sungai Puar, Agam, Sumatra Barat, Abdul Muis adalah seorang sastrawan, politikus, dan wartawan.

Dikutip dari laman wikipedia, Abdul Muis lahir tanggal 3 Juli 1883.

Sebagai sastrawan, Abdul Muis dikenal dengan karya terbesarnya Salah Asuhan. Novelnya ini pernah difilmkan di tahun 1972 oleh sutradara Asrul Sani dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

Menurut laman Intisari, Abdul Muis juga pernah menjadi anggota Volksraad atau Dewan Rakyat Hindia-Belanda. Tak hanya itu, ia juga terkenal sangat keras terhadap Belanda.

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved