Dusun Cisoka Bakal Dijadikan Contoh Kampung Mandiri - Gunakan Tenaga Kincir Air untuk Aliran Listrik

Dusun Cisoka di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, akan dijadikan sebagai contoh kampung mandiri di. . .

Dusun Cisoka Bakal Dijadikan Contoh Kampung Mandiri - Gunakan Tenaga Kincir Air untuk Aliran Listrik
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Suasasa Dusun Cisoka di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG -  Dusun Cisoka di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, akan dijadikan sebagai contoh kampung mandiri di Kabupaten Sumedang oleh pemerintah daerah.

Dusun Cisoka adalah desa terakhir sebelum perbatasan antara Kecamatan Sumedang Selatan dengan Kecamatan Cibugel, untuk bisa mencapai dusun ini, terlebih dahulu harus melintasi jalan perbukitan yang terjal.

Berjarak 26 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, bukan hal yang mudah untuk bisa sampai di Dusun Cisoka, karena terlebih dahulu harus melewati jalan rusak bebatuan tanpa pembatas jalan.

Selain itu, jalan sepanjang 7 kilometer sebelum Dusun Cisoka, tidak dijumpai adanya permukiman warga dan kondisi gelap, terutama pada malam hari, karena sama sekali tidak penerangan jalan umum (PJU).

Setelah berhasil melalui medan yang cukup sulit, di tengah hamparan perkebunan teh Margawindu, beberapa permukiman warga mulai terlihat, hal itu ditandai dengan adanya  aktivitas sejumlah orang warga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, Dusun Cisoka ini, ditempati oleh para pemetik asal wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang berpindah sejak puluhan tahun lalu.

Dusun hening tersebut pun, diketahui hanya ditempati oleh 23 kepala keluarga (KK) atau 70 orang, yang sebagian besar melanjutkan profesi tua terdahulu, yakni sebagai pemetik teh.

Berbeda dengan kampung lainnya di Desa Citengah yang mengandalkan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dusun Cisoka, hanya dialiri listrik dari dari tenaga kincir air dan panel surya.

Namun, akibat kemarau panjang yang melanda kampung tersebut beberapa waktu, berdampak dengan kondisi air sungai surut, listrik dari tenaga kincir air, tidak dapat berfungsi, sehingga hanya memanfaatkan panel surya.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved