Aniaya Pemuda hingga Tewas, Pria 52 Tahun di Indramayu Ditangkap Polisi

Petugas Polres Indramayu mengamankan pria berinisial SND (52) asal Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu

Aniaya Pemuda hingga Tewas, Pria 52 Tahun di Indramayu Ditangkap Polisi
Istimewa
Saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (9/11/2018), petugas Polres Indramayu menunjukkan kayu yang digunakan SND (52) untuk memukul korban. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Petugas Polres Indramayu mengamankan pria berinisial SND (52) asal Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

SND yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu ditangkap akibat menganiaya seorang pemuda hingga meninggal dunia.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris Maulana Marzuki, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/11/2018) kira-kira pukul 17.00 WIB di Blok Kitana, Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

Saat itu, kedua korban yang bernama Teja Sudrajat (19) warga Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, dan Ahmad Yani (25) warga Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, melintas di lokasi kejadian.

Selanjutnya kedua korban yang berboncengan mengendarai sepeda motor berpelat nomor E 4175 QP itu bertemu pelaku dan sempat berbincang-bincang.

Soal Tenaga Honorer yang Tidak Bisa Ikut Tes CPNS, BKD Jabar Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

Tanah Retak Sepanjang 27 Meter di Jalan Pinggir Sungai Cikapundung Kolot Bandung

"Terjadi salah paham di antara mereka, bahkan pelaku dan korban bernama Ahmad Yani terlibat baku hantam," kata AKBP M Yoris Maulana Marzuki saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (9/11/2018).

Ia mengatakan, saat baku hantam itu pelaku berteriak "maling," sehingga warga pun berkerumun.

Warga yang tidak mengetahui duduk permasalahan itupun langsung menganiaya kedua korban.

Akibatnya, Teja Sudrajat meninggal dunia dan Ahmad Yani mengalami luka-luka

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku sempat memukul lengan Ahmad Yani menggunakan kayu sepanjang kira-kira 1,5 meter," ujar AKBP M Yoris Maulana Marzuki.

Ia mengatakan, pelaku dijerat pasal 170 ayat 1 dan 2 dan atu pasal 351 ayat 2 dan 3 tentang kekerasan dan penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved