Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Purwakarta Meningkat, Sudah 125 Orang Tewas di Jalan Raya

Satlantas Polres Purwakarta melansir ada 401 angka kecelakaan di Purwakarta terhitung sejak Januari hingga Oktober 2018.

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Purwakarta Meningkat, Sudah 125 Orang Tewas di Jalan Raya
Tribun Jabar/Haryanto
Petugas Satlantas Polres Purwakarta melakukan operasi Zebra Lodaya 2018 di Pos Gatur Lantas Jalan Baru, Nagri Kaler, Purwakarta, Senin (5/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Jumlah kecelakaan kendaraan di jalanan Purwakarta mengalami peningkatan pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2017.

Satlantas Polres Purwakarta melansir ada 401 angka kecelakaan lalu lintas di Purwakarta terhitung sejak Januari hingga Oktober 2018.

Padahal, selama tahun 2017 hanya ada 390 kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Purwakarta

Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adi Pratama mengatakan bahwa kecelakaan di wilayahnya didominasi oleh pengendara motor.

"Kasus kecelakaan rata-rata terjadi pada mereka yang berkendara melebihi batas kecepatan atau berkendara tanpa berkonsentrasi penuh," kata AKP Ricky Adi Pratama saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Ciseureuh, Purwakarta, Jumat (9/11/2018).

Meski begitu, jika dilihat dari jumlah korban jiwa, pada tahun ini angkanya mengalami penurunan.

Hingga Oktober 2018, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan tercatat 125 orang, sedangkan pada 2017 korban dari kecelakaan sejumlah 183 orang.

Dari data yang diperoleh Tribun Jabar, pada dua tahun terakhir jumlah kecelakaan tersebut terjadi pada pengendara motor.

AKP Ricky Adi Pratama menjelaskan bahwa dengan adanya Operasi Zebra Lodaya 2018 yang digelarnya itu bertujuan untuk menekan dan mengurangi jumlah kecelakaan.

"Sasaran ops ini kepada pengendara yang melanggar aturan dan membahayakan. Tapi, mayoritas masyarakat justru takut dengan adanya operasi ini, bukannya sadar atau tereduksi," ucapnya.

Ada tujuh prioritas pelanggaran, kata dia, yang akan ditindak pada operasi zebra yang 80persennya adalah penindakan tegas.

Diantaranya, pengendara yang tidak mengenakan safety belt, tidak mengenakan helm, dan menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Termasuk, mengendarai melebihi batas kecepatan, dalam keadaan mabuk, pengendara di bawah umur, serta melawan arus.(*)

Penulis: Haryanto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved