Lion Air JT610 Jatuh

Seminggu Usai Jatuhnya Lion Air JT-610, Lion Air: Secara Bisnis Penerbangan di Posisi Terendah

Satu minggu lebih musibah bencana jatuhnya pesawat Lion Air JT610 terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Seminggu Usai Jatuhnya Lion Air JT-610, Lion Air: Secara Bisnis Penerbangan di Posisi Terendah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membawa ban dan turbin pesawat Lion Air PK-LQP untuk dicek lebih lanjut di posko evakuasi Basarnas, Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). Tim KNKT membawa dan melakukan pengecekan lebih lanjut pasca temuan bagian-bagian pesawat Lion Air PK-LQP. 

TRIBUNJABAR.ID, TANGERANG - Satu minggu lebih musibah bencana jatuhnya pesawat Lion Air JT610 terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Musibah tersebut berdampak langsung dengan bisnis pada maskapai Lion Air.

"Kami sekarang memang sedang sedih, kami sedang dalam posisi yang memang secara bisnis penerbangan di posisi terendah," kata Managing Director Lion Air Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Kamis (8/11/2018).

Padahal, beberapa hari setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT610, belum ada dampak signifikan yang dialami dari maskapai berlogo singa merah tersebut.

Dilihat dari proses pembatalan (refund) dan perubahan jadwal (reschedule) yang berlebihan oleh penumpang dianggap masih dalam batas wajar dan normal.

"Sekarang kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini," kata Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi.

Pengembalian kepercayaan masyarakat dilakukan melalui informasi yang positif serta, menjaga solidaritas pada karyawan.

"Untuk saat ini kami untuk memotivasi kepada seluruh karyawan kami tetap bertahan dan tetap semangat. Kami juga akan mengevaluasi seluruh training kami, baik itu training awak pesawat, kabin, ground staff dan yang lainnya," kata Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi.

Diketahui, pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10/2018).

Pesawat tujuan Jakarta-Pangkalpinang tersebut menangkut 189 penumpang termasuk 7 kru kabin.

Hingga saat ini, 51 jenazah sudah berhasil diindentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Satu Minggu Setelah Musibah Lion Air PK-LQP, Bisnis Lion Air Merosot

 

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved