Lion Air JT610 Jatuh

Brigjen Pol dr Musyafak Terima Laporan Ada Keluarga Korban Lion Air JT610 Ditelepon dan Dipaksa

Musyafak mengatakan, ia belum bisa memberikan informasi mengenai jumlah keluarga korban yang telah melapor tersebut.

Brigjen Pol dr Musyafak Terima Laporan Ada Keluarga Korban Lion Air JT610 Ditelepon dan Dipaksa
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol dr Musyafak mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, ada oknum yang menelpon dengan memaksa.

Selama sebelas hari, tim DVI Polri melakukan proses identifikasi korban Lion Air nomor penerbangan JT610, laporan tersebut baru diterima, Kamis (8/11/2018).

"Perlu saya sampaikan kalau tidak dari nomor yang kami sampaikan di sini berarti itu dari oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Musyafak di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Musyafak mengatakan, ia belum bisa memberikan informasi mengenai jumlah keluarga korban yang telah melapor tersebut.

Ia juga belum bisa memastikan apakah ada unsur penipuan terkait hal tersebut.

"Ada info dari pihak keluarga katanya ditelpon-telpon. Diminta duitnya atau tidak, saya belum tahu. Memang ada yang memaksa dan sebagainya," kata Musyafak.

Ia pun memberikan nomor call center Tim DVI Polri yang bisa dihubungi keluarga.

Berikut nomor resmi Tim DVI Polri yang dapat dihubungi keluarga korban;

Nomor Whats App: 0821 2568 7642

Ponsel: 0812 1179 0961/0878 8871 9805

Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan, pihaknya akan mendalami laporan tersebut.

Ia mengatakan, jika memang ada indikasi tindak pidana dalam laporan tersebut maka akan segera dilakukan tindakan tegas.

"Kalau memang ada indikasi pidana nanti juga akan kita tindak. Semoga tidak ada," kata Pudjo.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved