8 Tahun Bolos dan Palsukan Akta Kematian, Guru SD Ini Tetap Dapat Gaji dan Terima Dana Taspen

Guru SD di Disdik Pemkot Binjai, Demseria Simbolon, menerima gaji buta tanpa pernah masuk kerja sejak 2010-2017

8 Tahun Bolos dan Palsukan Akta Kematian, Guru SD Ini Tetap Dapat Gaji dan Terima Dana Taspen
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Guru SD di Disdik Pemko Binjai, Demseria Simbolon, menerima gaji buta tanpa pernah masuk kerja sejak 2010-2017. 

TRIBUNJABAR.ID, BINJAI- Guru SD di Disdik Pemkot Binjai, Demseria Simbolon, menerima gaji buta tanpa pernah masuk kerja sejak 2010-2017.

Dia pun bermufakat dengan sejumlah oknum mencairkan dana pensiunan kematian di PT Taspen dengan memalsukan akta kematiannya sendiri.

Selama tujuh tahun itu dia terus menerima gaji dari Pemkot Binjai dan mencairkan uang kematian. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Tak hanya itu, Demseria selama ini disebut-sebut sudah tujuh tahun meninggalkan Kota Binjai sejak 2011.

Ia akhirnya ditangkap di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).

Diketahui, perkara yang sudah masuk tahap penyidikan ini bermula dari seorang oknum guru, Demseria yang bolos mengajar di Sekolah Dasar Negeri 027144 sejak 2010.

Meski bolos, gaji yang bersangkutan tetap mengalir. Besaran gaji Demseria Simbolon bervariasi, maksimal diperoleh Rp 4.367.900. Jika gaji yang bersangkutan dikalikan 86 bulan menjadi sebesar Rp 375.639.400.

Edisi Kamis 8 November 2018, Wagub: Evaluasi Semua Jembatan [VIDEO HEADLINE]

Kikan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Tanpa Instrumen Sebelum Konser Guns N Roses di SUGBK

Perbuatan ini bukan di ranah disiplin ASN lagi akar masalahnya. Namun ada upaya untuk bekerja sama mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok yang merugikan negara.

Perkara ini diduga melibatkan Kepala SDN 027144 B‎injai Utara Sulasih, Kepala UPT Disdik Binjai Utara Emi Sutrisnawati, Bendahara UPT Disdik Binjai Utara Irwan Khotib Harahap hingga Kabid Dikdas Disdik Binjai.‎

PT Taspen Medan, perusahaan plat merah ini mencairkan dana kematian DS yang diajukan suaminya, Adesman Sagala tahun 2014. Padahal, Demseria belum wafat. 

Diduga tanpa melakukan pengecekan akurat, PT Taspen mencairkan dana kematian DS yang penerimaan pertama pada 5 Mei 2014 sebesar Rp 59.179.200 dan penerima kedua sebesar Rp 3.207.300 pada 23 November 2014.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved