Dedi Mulyadi Memulai Gerakan Perubahan Sosial dari Tajug di Sudut Kampung

Dedi Mulyadi yang lekat dengan iket Sunda itu memulai renovasi sebuah tajug pada Juli lalu.

Dedi Mulyadi Memulai Gerakan Perubahan Sosial dari Tajug di Sudut Kampung
Istimewa
Dedi Mulyadi di tajug di Kampung Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patok Beusi Subang, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJABAR.ID- Tajug (mushola kecil) di sudut kampung sudah sejak lama menjadi pusat perubahan masyarakat pedesaan. Fenomena ini disadari oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Terlebih, mantan Bupati Purwakarta tersebut memegang teguh amanat Sunan Gunung Jati.

Sebagaimana diceritakan dalam berbagai suluk para wali, Sunan Gunung Jati Cirebon pernah memberikan sebuah amanat sebelum meninggal. Amanat tersebut berisi permintaan untuk memelihara tajug dan fakir miskin.

Dedi Mulyadi yang lekat dengan iket Sunda itu memegang teguh amanat tersebut. Dia memulai renovasi sebuah tajug pada Juli lalu.

Sesuai rilis yang diterima Tribun Jabar, Rabu (7/11/2018), tajug yang berlokasi di Kampung Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patok Beusi Subang itu sudah selesai direnovasi.

“Ini amanat Kanjeng Sunan Gunung Jati. Saya sebagai warga NU harus patuh terhadap amanat itu. Tajug Al-Jabbar ini beberapa bulan kemarin berada dalam kondisi rusak. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk aktivitas keagamaan dan sosial,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (7/10/2018) sore, seperti dalam rilis yang diterima Tribun Jabar.

Waspada Deman Berdarah Saat Musim Hujan, Ini Cara Antisipasinya Menurut Dinkes Kota Cimahi

Fernando Soler Ungkap Cara Persib Bandung Menangi Lima Laga Sisa

Desain tajug itu tidak meninggalkan aspek kultur khas Sunda. Menurut Dedi Mulyadi, hal ini juga termasuk pengamalan amanat para wali. Saat mendakwahkan agama Islam, wali songo tetap mengamalkan perilaku kultural dalam keseharian.

“Iya harus ada cita rasa kultur, para wali kan juga begitu. Fungsinya kita kuatkan, selain untuk mengaji anak-anak, bisa juga kan untuk berbagai kegiatan. Saya kira enggak masalah selama tata krama saat berada di tajug dipatuhi,” katanya.

Filosofi Sumur Timba

Selain bangunan tajug, Dedi Mulyadi juga membangun tempat wudhu berunsur etnik di sekitar tajug tersebut. Tempat wudhu itu berada tepat di pinggir sumur timba yang secara khusus digali oleh warga.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved